Kebumen, Beritasatu.com – Hujan deras yang meleset dari area Kebumen Regence, berkuda tengah dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan pendakian menaikkan sungai air dan menghasilkan salah satu jembatan yang menghubungkan dua desa di daerah Ruveng.

Read More : Autopsi Ungkap Kebrutalan Pemerkosa dan Pembunuh Dokter di India, Luka dari Kepala hingga Alat Kelamin

Jembatan 12 meter yang dihubungkan oleh desa Klepusanger dan desa Tanggeran berantakan setelah sungai tebal menabraknya.

Arus berat Sungai Keyawang juga membawa sisa -sisa bambu yang menabrak jembatan dan mengikis pangkal jembatan sampai bagian jembatan rusak.

Insiden itu terjadi pada hari Jumat (11/11/2024) sekitar pukul 15:00 VIB. Pada saat itu, hujan deras intensitas tinggi menghantam hampir semua daerah kebrumen regence.

Sebagai akibat dari jembatan yang gagal, akses ke penduduk di desa -desa Klepusagar dan desa Tanggeran, daerah Zruwang, terputus. Identitas harus berputar dalam jarak yang signifikan.

“Pada saat itu, hujan lebat, keadaan air tidak begitu lebat, hanya ada bangunan sampah, ketika tengah jembatan itu. Ditambah tekanan air, dan juga sisa -sisa bambu, jembatan itu mungkin tidak cukup kuat untuk menahan air besar.

Read More : Mulai Besok, Arab Saudi Stop Terbitkan Visa Umrah ke Jemaah Indonesia

Sementara itu, ia mengatakan bahwa sekretaris desa Klepuster G. Susano, saat ini penduduk layanan umum, mengangkat sisa -sisa bambu, yang mengganggu aliran aliran sungai. Ini dilakukan sambil menunggu alat berat untuk menggunakan kebrumen regence BPBD.

Menurutnya, jembatan yang menghubungkan dua desa yang dibangun sejak 2009 menjadi pendekatan utama bagi penduduk.ย “Tolong, warga tidak membuang sampah dan bambu ke sungai yang dapat memiliki hasil seperti itu,” katanya.ย 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *