Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Komunikasi dan Informatika sekaligus Ketua Eksekutif Projo Budi Ari Setiadi mengaku tak khawatir jika Partai Hak Asasi Manusia (PKS) mau bergabung dengan Koalisi Masa Depan Indonesia (KIM).

Read More : Deretan Kecurangan UTBK SNBT 2025: Modus dan Sanksi Tegas dari Panitia

“Kita tidak usah khawatir, (kita) khawatir terhadap anak-anak negara kita. Kita hanya perlu memperhatikan peristiwa-peristiwa politik yang lain,” kata Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (30/10). 4/2024).

Mengaku tidak ada oposisi, Budi mengatakan kesempatan bergabung dengan PKS adalah hak Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Mendengarkan keinginan teman-teman koalisi maju Indonesia, tunggu saja, Pak Prabowo benar, ujarnya.

Diakui Budi Eri, kemungkinan PKS bergabung dengan KIM ditolak pihak Gelora. Katanya, hal ini merupakan bagian dari aspirasi pihak-pihak yang terlibat.

โ€œItu (penolakan Partai Gelora bergabung dengan PKS), merupakan ambisi lain yang perlu dibenahi terlebih dahulu,โ€ ujarnya.

Diketahui, kelompok Gelora sebelumnya sempat merespons negatif tawaran politik PKS untuk bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Read More : Bolehkah Memakai Meterai Tempel untuk Mendaftar PPPK 2024?

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kelompok Gelora Mahfuz Siddique mengatakan, jika PKS bergabung dengan Aliansi Indonesia Maju, hal itu menandai perpecahan antara PKS dengan berbagai ideologinya.

โ€œKalau PKS mau bubar karena politik sudah usai, betapa mudahnya PKS mempermainkan ideologinya? pendukungnya banyak,โ€ ujarnya, Sabtu (27/4/2024).

Menurut Mahfuz, saat kampanye Pilpres 2024, PKS melancarkan serangan serius terhadap Prabowo-Gibran, khususnya Wali Kota Solo dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka.

Saya ingat, saat kampanye propaganda, PKS banyak melontarkan pernyataan yang menyerang citra Prabowo-Gibran, ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *