Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan eksploitasi sumber daya Indonesia akan diperluas melampaui sektor pertambangan. Jokowi mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan pelarangan ekspor produk pertanian mentah seperti kopi dan kakao.
Read More : Jelang Iduladha, Saham Fast Moving Consumer Goods Layak Diakumulasi
Dalam beberapa tahun terakhir, esensi kebijakan ekonomi Jokowi adalah “hilirisasi”. Jokowi secara resmi telah melarang ekspor bijih nikel pada tahun 2020 pada bulan Januari untuk menarik investor membangun pabrik pengolahan mineral di dalam negeri.
Langkah ini, meski dipandang kontroversial oleh Uni Eropa (UE), telah membuahkan hasil positif bagi Indonesia. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai ekspor nikel yang hanya sebesar 2 miliar. USD untuk asuransi menjadi 34,8 miliar. USD dalam penjualan derivatif yang bernilai tambah.
Membuka acara BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan pada Selasa (10/08/2024), Jokowi mengatakan pemerintah akan menyasar industri lain dengan pendekatan serupa.
“Industri pengolahan dalam negeri yang bersifat padat karya harus kita dorong dan diperluas ke sektor pertanian, kelautan, dan pangan. Semua ini harus kita dorong agar memberikan nilai tambah,” kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, pemerintah juga akan melarang ekspor biji kopi ke depannya. Hal yang sama berlaku untuk lada mentah, coklat dan nilam.
Jokowi mengatakan, terdapat 1,2 juta hektar perkebunan kopi di Indonesia dan 1,4 juta hektar budidaya kakao. Luas perkebunan lada mencapai 172.000 hektar, sedangkan budidaya nilam hanya seluas sekitar 12.000 hektar.
“Kalau perkebunan ini kita kembangkan, kita akan bisa mendapatkan manfaat lebih lanjut dari industri baik di sektor makanan minuman dan kosmetik. Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan ekspor (bahan mentah),” kata Jokowi.
Read More : Kadin: Libur Panjang Mei Menurunkan Produktivitas Pekerja
Jokowi juga memasukkan rumput laut ke dalam rencana hilirisasinya. Jokowi mengatakan alga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara.
“Ke depan kekuatan kita adalah rumput laut. Kita punya garis pantai sepanjang 80.000 kilometer. Masyarakat dan nelayan kita hidup dari produksi rumput laut. Nelayan harus kita berdayakan,” kata Jokowi.
“Rumput laut dapat diolah menjadi pupuk organik, kosmetik, pangan, bahkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Jika kita merencanakan strategi dengan matang, kita dapat menciptakanmanfaat ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat, tambah Jokowi.
Banyak investor yang mendukung kebijakan konsumen ini. Data Kementerian Investasi menunjukkan pada tahun pertama 2024, Indonesia menerima investasi sebesar Rp 829,9 triliun dari investor dalam dan luar negeri pada semester pertama. Sekitar 21,9% dari investasi tersebut berada di sektor mineral, sementara sekitar Rp 80,9 triliun diinvestasikan pada nikel. pengolahan