Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah China akan menggunakan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla, sebagai kendaraan dinas. Pemerintah China kabarnya akan membeli Tesla Model Y, khususnya di provinsi Jiangsu yang terletak di sebelah timur China.
Read More : 13 Tahun Menanti, Pencari Rumput di Lamongan Naik Haji
Merujuk Tech Crunch, Senin (8/7/2024), Tesla Model Y masuk dalam daftar pembelian mobil baru yang akan dijadikan kendaraan dinas.
Pesanan dari pemerintah China menjadikan Tesla satu-satunya produsen mobil listrik yang menerima bantuan dari pemerintah China. Hal ini juga menunjukkan keberhasilan upaya industri mobil dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Diketahui Tesla mengoperasikan Gigafactory di Shanghai yang memiliki data untuk mengemudi otomatis. Data disimpan dan diproses seluruhnya di Tiongkok.
Di tengah ketegangan antara Tiongkok dan AS, CEO Tesla Elon Musk berusaha memperkuat posisinya di pasar mobil listrik Tiongkok, yang memiliki pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.
Perusahaan pada awal tahun 2024 mencapai kesepakatan dengan pemerintah China untuk memperkenalkan fitur berkendara di negaranya.
Read More : Gerombolan Debt Collector Aniaya Pengemudi Ojol di Jogja Gegara Tersinggung Diklakson
Tesla juga bermitra dengan Baidu untuk mendapatkan akses ke data peta canggih perusahaan.
Pembelian kendaraan oleh Pemerintah China menjadi preseden baik bagi Tesla di tengah ketatnya persaingan dengan produsen EV China, seperti BYD, terutama dalam persaingan harga.
Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok melaporkan bahwa pengiriman kendaraan listrik yang diproduksi oleh Tesla dari pabriknya di Shanghai pada bulan Juni turun 24,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.