Washington, Beritasatu.com – Kamala Harris akan dikukuhkan sebagai calon presiden dari Partai Demokrat AS melalui pemungutan suara elektronik mulai Kamis (1/8/2024) waktu AS. Pemungutan suara tersebut mengubah kemeriahan pemungutan suara secara langsung yang biasanya menandai dimulainya konvensi nasional suatu partai.
Read More : 404
Kurang dari dua minggu setelah Joe Biden mengundurkan diri dari pemilihan presiden AS, pasangannya yang berusia 59 tahun kini memegang kendali penuh atas partai tersebut. Kamala Harris muncul sebagai satu-satunya kandidat Partai Demokrat yang menantang Donald Trump dari Partai Republik pada bulan November.
Sebanyak 4.000 delegasi, aktivis lokal, dan politisi demokratis akan mendukung Kamala Harris untuk mengikuti pemungutan suara elektronik yang akan berlangsung selama lima hari. Tidak ada Demokrat lain yang mencalonkan diri melawannya, menjadikan Kamala Harris wanita Asia Selatan pertama yang memenangkan nominasi dari partai besar di Amerika Serikat.
Petisi ini mendapat dukungan dari 99 persen delegasi yang menandatangani petisi tersebut, menurut pernyataan dari Komite Nasional Demokrat (DNC). Tidak ada kandidat lain yang mencapai ambang batas kualifikasi 300 tanda tangan.
“Delegasi kami mempunyai peran penting di masa depan dalam memberikan suara bersejarah mereka untuk Wakil Presiden Harris, memastikan bahwa dia ada dalam pemungutan suara di setiap negara bagian pada bulan November ini,” kata Ketua Konvensi Nasional Partai Demokrat (DNC) Jaime Harrison.
Read More : Pesawat Jatuh Saat Lepas Landas di Bandara Kathmandu Tewaskan 18 Orang, Pilot Selamat
“Partai kami telah menghadapi masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini untuk melakukan proses penyatuan yang transparan, demokratis, dan sistematis di belakang seorang kandidat dengan rekam jejak yang terbukti akan memimpin kami dalam perjuangan ke depan,” lanjutnya.