Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Menton), Syahul Yasin Limpo Alias Silil adalah kisah yang tidak menjadi karakter yang baik bagi keluarganya.
Read More : Buka Rapimnas Golkar, Agus Gumiwang: Terima Kasih Pak Airlangga atas Dedikasinya
Jelas apakah ada dugaan sidang pengadilan korupsi tentang sertifikat mahkota di Pengadilan Distrik Jakarta (6/24/2024) pada hari Senin. Sebagai terdakwa, Kementerian Pertanian, Subagio, serta mantan Direktur Peralatan dan Mesin Pertanian, duduk sebagai mantan Sekretaris Muhammad Hutta.
Syl dijamin ketika ditanya tentang pembelian keluarga SYL melalui koleksi hakim. CL mengklaim membeli jaket.
“Saya membeli beberapa, termasuk jaket,” kata Sill.
Sil kemudian menginfeksi hatinya ke keluarganya, yang tidak bisa menjadi bentuk yang baik untuk keluarganya.
“Saya berusia lebih dari 35 tahun dan setelah itu saya pikir saya bukan suami yang baik untuk istri saya. Saya bukan kakek yang baik untuk cucu saya. Saya tidak pernah menjadi ayah yang baik untuk anak -anak.”
Karena alasan ini, CL mengklaim bahwa dia berusaha menyenangkan keluarganya. Mereka mencoba membeli barang. Salah satunya adalah jaket. CL mengklaim bahwa barang itu dibeli di saku pribadi, tetapi dia mengakui bahwa dia baru saja mengetahui bahwa kementerian pertanian telah dibayar.
“Aku menelepon mereka sekarang, aku ingin mengesankan mereka. Itu bukan harga yang banyak. Katakanlah, beli jaket,” kata See.
“Di mana uangnya?” Hakim bertanya.
Read More : Tolak Posisi Menteri Kabinet Prabowo, Khofifah Pastikan Maju Pilgub Jatim
“Uang pribadi saya. Bar ini membayar kartu kredit.
“Faktanya, kartu kredit itu sendiri membayar Kementerian Pertanian, bukan?” Hakim bertanya.
“Aku tahu dalam persidangan ini,” jawab Sill.
Diketahui bahwa CL dugaan pemerasan, kepuasan, dan TPU. Kasus pemerasan dan kepuasan SYL sudah dalam fase uji, sedangkan TPU masih di bawah pemeriksaan KPK.
Pengadu KPK menuduh SYL untuk dislokasi orang -orangnya dan menerima 44,5 miliar RP sebagai menteri pertanian.
Lusinan miliaran uang ini digunakan untuk kepentingan pribadi SYL dan keluarganya. Beberapa dari mereka diumumkan untuk mengorbankan undangan, partai Nasdam, program keagamaan, piagam pesawat, bencana alam, kebutuhan di luar negeri.