Jakarta, Beritasatu.com – Pernyataan Calon Wakil Gubernur (cawagub) DKI Jakarta Nomor Urut 1 Suswono soal janda kaya yang menikah dengan pengangguran berbuntut panjang. Pernyataan yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Read More : PSG vs Inter: Inzaghi Turunkan 7 Pemain dari Final Liga Champions 2023

Ketua Badan Permusyawaratan Adat (Bamus) Betawi, Muhammad Rifqi menilai, pelaporan pernyataan Suswono ke ranah hukum dinilai berlebihan. Pernyataan Suswono tak bisa disamakan dengan kasus penodaan agama pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jakarta 2017 lalu.

“Ini beda. Ini yang menarik kasus 2017 di masa Ahok, keluar dari sana, ini politik. Jadi kalau saya lihat, ini berlebihan dan mengada-ada. Malah kalau dianggap persekusi agama, masih terlalu dini,” jelasnya di Jakarta.

Pria yang diketahui bernama Eki Pitung itu mengatakan, laporan tersebut akan ditolak karena tidak ada bukti yang membuktikan bahwa Suswono secara implisit telah menghina Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pengangguran.

“Menurut saya, orang yang mengadu ke polisi akan ditolak. Kenapa? Karena tidak ada penemuan. Pelecehannya di mana? Karena itu interpretasi. Hukum tidak bisa ditafsirkan,” jelasnya.

Eki mengaku menonton video yang merekam pernyataan Suswono. Dalam video tersebut, pernyataan Suswono kepada Nabi Muhammad SAW tidak terlihat jelas.

Sebenarnya kalau saya lihat videonya tidak ada niat, tidak ada implikasi Pak Suswono menyamakan Rasulullah dengan pengangguran, tidak ada, katanya.

Eki menegaskan, tidak ada yang salah dengan pernyataan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. Ia menyayangkan mereka tidak memahami sepenuhnya apa yang disampaikan Suswono.

Ia juga mengimbau semua pihak tidak merusak pemilu Pemprov DKI 2024 dengan memainkan politik identitas. Lebih lanjut Suswono secara pribadi meminta maaf.

Read More : Pilot Korban Kecelakaan Pesawat SAM Air Dimakamkan di Tangerang

“Kita tidak bisa lagi melakukan politik identitas. Jakarta sudah mengakhiri tahun 2017, kita pelajari kemarin, tidak ada yang dirugikan, tidak ada yang diuntungkan. Di sini Muslim, di sana Muslim. Lebih baik pendekatan wacana programnya, intelektualnya.” agenda.

Sebelumnya, Organisasi Masyarakat Betawi Bangkit melaporkan calon gubernur pertama Jakarta, Suswono, ke Polda Metro Jaya hingga menuai kontroversi pada Sabtu (26/10/2024). ).

“Ini sangat menyedihkan bagi saya sebagai orang Betawi. Saya harus melaporkan ini karena telah merendahkan nabi besar kita, Rasulullah Saw,” kata Ketua Ormas Betawi Bangkit, David Darmawan, di Polda Metro Jaya, Selasa (29/1). 0/2024). dari Antara.

Meski Suswono sudah meminta maaf, David mengaku tetap merasa sakit hati sebagai seorang muslim dengan pernyataan tersebut. Ia pun menegaskan, laporan ini tidak ada hubungannya dengan pilkada yang sedang berlangsung.

David menambahkan, laporan tersebut berdasarkan kesadaran dan bukan agenda politik. “Ini dari hati nurani saya. Kami juga sudah berkonsultasi dengan pemerintah kota,” ujarnya.

Ia menyatakan akan terus memperjuangkan pemberitaan tersebut dan menilai pernyataan Suswono sebagai bentuk penghinaan terhadap Nabi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *