Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis survei terbaru mengenai persepsi masyarakat terhadap penegakan hukum, perselisihan di Mahkamah Konstitusi (CJ), dan isu terkini pasca Pilpres 2024.

Read More : Komisi III DPR Pilih 5 Dewas dan 5 Pimpinan KPK Baru Melalui Mekanisme Voting

Dalam survei yang dilakukan terhadap 1.201 responden dengan metode random sampling pada tanggal 4 hingga 5 April 2024, sebanyak 63,4% di antaranya mengaku tidak setuju atau tidak setuju dengan tuntutan kubu Capres 01 terkait pencopotan Prabowo. – Pasangan Gibran sebagai peserta pemilu 2024.

Pendiri dan Ketua Peneliti Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, persentase tersebut masih lebih tinggi dibandingkan perolehan suara Prabowo-Gibran berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 tingkat nasional yang dilakukan KPU, yakni masing-masing sebanyak 96.216.691 suara. 58,58% suara.

โ€œTernyata mayoritas tidak setuju ada 63,4%. Kalau kita jelaskan secara sederhana, pendukung Prabowo ada di angka 58%, jadi selain yang mendukung Prabowo, ada juga pendukung yang menyatakan tidak setuju jika Prabowo- Penunjukan Jibran batal,โ€ kata Burhanuddin dalam jumpa pers virtual, Minggu (21 April 2024).

Di sisi lain, sebanyak 27% responden setuju dengan petisi tuntutan pembatalan keikutsertaan Prabowo-Gibran. โ€œDari yang setuju, 27%. Mereka setuju dengan petisi ini,โ€ lanjutnya.

Read More : Dianggap Berjasa dalam Pemenangan Prabowo-Gibran, Agus Gumiwang Berpeluang Besar Gantikan Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar

Sementara jika dilihat dari basis penggemar, Burhanuddin mencatat ada faktor partisan yang mempengaruhi jawaban responden terkait pembatalan keikutsertaan Prabowo-Gibran.

“Kemudian kita cek berdasarkan jajak pendapat. Lagi-lagi pendukung Prabow cenderung tidak setuju. Sedangkan pendukung Anies dan Ganjara cenderung setuju. Jadi ada alasan yang partisan,” jelasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *