Jakarta, Beritasatu.com – Pada April 2024, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan saldo positif sebesar USD 3,56 miliar. Nilai tambahan ini turun $1,02 miliar dari Maret 2024 dan turun $380 juta dari April 2023.
Read More : Nottingham Forest vs Brighton 7-0, Striker Gaek Cetak 3 Gol
Pada periode tersebut, nilai ekspor mencapai 19,62 miliar dolar. Sedangkan nilai impornya sebesar 16,06 miliar dolar.
Deputi Direktur Statistik Distribusi dan Jasa BPS Puji Imartini mengatakan meski nilainya menurun, surplus perdagangan tetap terjaga selama 48 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Surplus April 2024 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu, kata Puji Imartini, Rabu (15/05/2024).
Tiga sumber surplus terbesar Indonesia adalah India sebesar US$1,46 miliar, Amerika Serikat sebesar US$1,09 miliar, dan Filipina sebesar US$699,1 juta.
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit sebesar US$438,5 juta dengan Australia, US$388,3 juta dengan Brazil, dan US$155,1 juta dengan Jerman.
Read More : Top 5 News: Motif Duel Carok di Gresik hingga Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bukan Hal Mustahil
โDefisit terbesar dengan Australia disebabkan oleh bahan bakar mineral, terak dan abu bijih logam, serta biji-bijian,โ jelas Pooji.
Pada Januari-April 2024, surplus perdagangan Indonesia mencapai US$10,97 miliar, turun US$5,08 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.