Jakarta, Beritassatu.com – Industri pembiayaan mobil masih menjanjikan di tahun 2024, meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 6,25%. Daya beli masyarakat dinilai masih baik.

Read More : Mengevaluasi Faktor Kunci Stabilnya Harga Mobil Bekas Mitsubishi Xpander

“Kalau bicara industri otomotif, dinamika multifinancing pasti ada, 2024 masih stabil,” kata Direktur Keuangan dan Hubungan Bisnis PT Mandiri Utama Finance (MUF) Rully Setiawan di sela-sela acara “MUF Auto Pesta”. Pameran mobil 2024 di Mall Kelapa Gading (MKG), Jakarta, Selasa (07/05/2024).

Dia mengatakan, kenaikan suku bunga pasti akan berdampak pada sektor pembiayaan. Meski demikian, daya beli masyarakat dinilai masih baik. “BI rate menjadi tantangan,” ujarnya.

Dia mengatakan, kenaikan BI rate tidak serta merta dilakukan Bank Mandiri bersama Mandiri Utama Finance. “Tarif kita tetap kompetitif, ada gap. Kalaupun naik, tidak seberapa, sehingga penjualan tetap naik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President Marketing PT Mandiri Utama Finance (MUF) Yanto Tjia mengatakan Mandiri Auto Finance menargetkan pembiayaan kendaraan sebesar Rp 25 triliun pada tahun 2024, meningkat 30% dari tahun 2023 tahun 21 dari Rp triliun.

Baca selengkapnya: BI memproyeksikan Pada bulan Maret, pembiayaan perusahaan meningkat dengan dukungan industri perdagangan dan konstruksi

Read More : 5 Mobil Unik yang Mejeng di GIIAS 2024

70% dari target Rp 25 triliun adalah mobil, sisanya sepeda motor dan pembiayaan multiguna. Sedangkan 70% diantaranya adalah sepeda motor atau 20.000 unit, dan sisanya sekitar 10.000 mobil. “Saat ini joint financing terbesar MUF adalah dengan Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI),” ujarnya.

Sedangkan untuk pembiayaan kendaraan listrik (EV), battery electric vehicle (BEV) dan hybrid electric vehicle (HEV) pada Januari-April 2024, MUF menyalurkan 1.648 unit produk keuangan berkelanjutan senilai Rp213,7 miliar atau meningkat 338% artinya dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Khusus ajang MUF Auto Fest 2024 di Jakarta, target transaksinya sekitar Rp 60 miliar atau 200 Surat Pemesanan Kendaraan (VPO).

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *