Godaan materialisme dan hedonisme menyebabkan orang kehilangan keseimbangan antara kehidupan dan spiritualitas. Ayat 183 Sura al-Baqarah memberikan pedoman melalui thromico kosong, yang tidak hanya dalam bentuk ritual, tetapi juga mengajarkan kesadaran dan pengendalian diri. 

Read More : Menteri Nusron Resmi Cabut SHGB dan SHM Pagar Laut Tangerang Milik PT Intan Agung Makmur

Sehubungan dengan kehidupan saat ini, perut kosong penting untuk mengatasi stres, depresi dan masalah kesehatan karena gaya hidup yang tidak seimbang. Selain mempertahankan kelaparan dan keinginan, pos menerima nilai -nilai untuk kesabaran, pemahaman diri dan perawatan sosial, yang diperlukan untuk memenuhi tantangan globalisasi dan modernisasi. 

Nilai -nilai ini membantu orang membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengendalikan impuls negatif dan meningkatkan kesalehan kepada Allah SWT. Berkat internalisasi pengajaran ini, umat Islam dapat mempertahankan keseimbangan antara kehidupan, menghadapi tekanan sosial dan spiritual di zaman modern.

Penggunaan nilai keterikatan juga mempengaruhi penguatan alam dan moralitas, mengatasi konsumerisme dan mengurangi ketidaksetaraan sosial. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an, terutama Sura al-Baqarah-Vers 183, tetap penting sebagai panduan kehidupan di tengah aliran modernisasi yang cepat.  

Ayat 183 Sura al-Baqarah adalah sebuah ayat yang membahas terburu-buru untuk Muslim. Allah SW 

Yâ Ayuharladzka âmanû Kutiba “Alaikumpush-Shiyâu Kam” Kuiba “Allałzłna Ming Qablikum La” Lakum Tattaquq

“Oh, orang -orang yang percaya! Penting bagi orang untuk menuntut agar kamu takut.” 

Ayat ini jatuh selama tahun kedua Hijri, yang menjadi awal dari ayat atas kewajiban Ramadhan’s Rapid, dan juga menunjukkan bahwa jabatan itu juga diperlukan untuk mantan orang, bahkan dengan aturan yang berbeda. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ekspresi Kamā Kutiba “Allazina My Qabilikum, yang menunjukkan karakter universal dari pos yang sesuai selama berabad-abad. 

Read More : Marak Judi Online, DPR Usulkan Lembaga Khusus untuk Awasi Media Sosial

Quraish Shihab menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mencapai kesalehan, yang mencakup kontrol fisik, mental dan spiritual. Ini sangat penting untuk menangani masalah dalam kehidupan modern. 

Wahbah Az-Zuhaili menyatakan bahwa ayat ini tidak hanya secara resmi mengatur kewajiban Post, tetapi juga memiliki dimensi pendidikan mental di bidang pendidikan mandiri yang utuh. Ini sejalan dengan Hadis Nabi, yang mengatakan bahwa jabatan itu adalah perisai perilaku yang sulit. 

QS al-Baqarah Verse 183 menunjukkan hubungan vertikal dengan Tuhan yang melahirkan sikap horizontal antara orang-orang, seperti kontrol diri dan kepatuhan dengan norma sosial.  Nilai -nilai ini penting sebagai sarana pendidikan sifat dari segala usia, termasuk di zaman modern. Posting tidak hanya meningkatkan kesadaran spiritual dan mendekati Tuhan, menjalankan komitmen dan kesadaran iman. 

Selain itu, ayat ini mencerminkan sifat hukum Allah, yang fleksibel dan tidak memaksa cepat dengan kesadaran penuh dan kejujuran. Posting dalam QS al-Baqarah Verse 183, tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, juga termasuk pengendalian diri dari perilaku negatif dan dosa.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *