Yogyakarta, Beritasatu.com – Study tour menjadi salah satu hal yang paling dinantikan oleh para siswa SMA. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di luar kelas, namun juga membantu mereka memperluas wawasan, mempelajari budaya baru, dan meningkatkan kerja sama antar siswa. Di SMAN 3 Yogyakarta mereka melakukan study trip ke Eropa dengan biaya Rp 50 juta per siswa.
Read More : Tarik Minat Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Kediri Beri Garansi dan Antar Gratis
Sedangkan untuk study tour, ada beberapa hal menarik yang dilakukan SMA Negeri 3 Yogyakarta. Berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Yogyakarta, sekolah ini memiliki program pendidikan luar negeri dan pertukaran pelajar.
Kepala SMA Negeri 3 Yogyakarta Kusworo mengatakan, program study tour yang berlangsung di sekolahnya ini dilandasi kerjasama jangka panjang dengan sekolah luar negeri, salah satunya Stedelijk College Eindhoven, Belanda yang telah berlangsung sejak tahun 2014. .
SMAN 3 Yogyakarta mempunyai beberapa kegiatan dengan sekolah luar negeri antara lain pertukaran guru, pertukaran pelajar dan pertukaran pengalaman.
“Ini kunjungan kami yang keenam ke Belanda bersama Stedelijk College Eindhoven, setiap tahun anak-anak kami bergantian berkunjung ke Belanda, tahun depan anak-anak Belanda akan berkunjung ke sekolah kami,” kata Kusworo di Yogyakarta, saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu. 15/5/24).
Menurut Kusworo, selain mengunjungi sekolah lain selama study tour, para siswa juga mengunjungi beberapa universitas di Eropa, yakni universitas di Berlin, Jerman, Eindhoven di Belanda, dan University of Zurich di Swiss.
“Tujuan kami agar anak-anak mempunyai kecerdasan dan pengetahuan, cara mereka belajar disana termasuk pendidikan, peralatan dan keterampilan teknis, kemudian mereka akan mendapatkan pendidikan, yang jelas adalah mengembangkan ilmu pendidikan. anak-anak di sana,” lanjutnya. . Kusworo.
Soal uang, Kusworo sepakat bahwa itu ada di tangan orang tua, dan pihak sekolah membantu menyederhanakannya dengan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan. Karena biaya yang dikeluarkan untuk acara ini cukup besar, pihak sekolah tidak mewajibkan seluruh siswanya untuk mengikuti perjalanan tersebut.
“Itu mahal dan kami serahkan kepada orang tua. Program ini bersifat opsional, namun bagi orang tua yang mampu, sekolah hanya mendukung dokumen yang diperlukan. “Sebenarnya kami mendukung karena itulah yang memimpin sekolah,” kata Kusworo.
Read More : Kepala WHO Selamat dari Serangan Udara Israel di Bandara Sanaa Yaman
Tahun ini, setiap pelajar akan mengeluarkan dana sebesar Rp45 juta hingga 50 juta untuk biaya studi ke luar negeri dengan mengunjungi empat negara yaitu Belanda, Prancis, Jerman, dan Swiss.
Joni, salah satu orang tua siswa yang mengikuti study tour di SMAN 3 Yogyakarta mengaku tidak keberatan dengan upaya tersebut meski biayanya besar. Joni mengapresiasi siswa akan memperoleh keterampilan khusus melalui proyek ini.
“Sebagai orang tua, kita tahu kalau pergi ke luar negeri itu mahal ya, tapi apa yang didapat mereka worth it banget. “Yang jelas akan ada lebih banyak, kami sudah menduganya, jadi kami persiapkan jauh-jauh hari,” ujarnya.
Menurut Joni, karya ini mempunyai banyak manfaat, karena dapat menjadi informasi awal tentang hakikat pendidikan luar negeri.
“Program ini adalah kata pertama yang menunjukkan seperti apa di luar, seperti apa sekolahnya, bagaimana cara memasukinya, dan bagaimana kegiatannya, karena selain itu anak-anak juga belajar budaya dunia luar. seperti, kata Joni.