Jakarta, Beritasatu.com – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), perusahaan jasa konsumen dan kesehatan terkemuka di Indonesia, berkomitmen melindungi air dalam produksi dan distribusi. Air merupakan sumber daya penting yang semakin langka di banyak wilayah di Indonesia.
Read More : Jokowi dan Prabowo Nikmati Pertunjukan Alutsista TNI AL di Teluk Jakarta
Untuk itu LPKR semakin meningkatkan upayanya untuk mengurangi kehilangan air dalam produksi dan distribusinya. Perusahaan juga memastikan penggunaan air yang efisien sekaligus mengurangi biaya yang terkait dengan kehilangan air.
Selain itu, mencegah aliran air dapat membantu mengurangi dampak kekeringan dan kelangkaan air di masyarakat.
LPKR telah menerapkan banyak langkah untuk mengurangi jumlah kehilangan air dalam produksi dan distribusi. Misalnya dengan mengganti peralatan dan suku cadang khusus seperti pipa, pengukur tekanan, sistem pemompaan, dan filter.
Selain itu juga memberikan rencana besar dan pengembangan penelitian untuk mengoptimalkan potensi danau dan mengidentifikasi beberapa kawasan yang dapat dikembangkan di wilayah kerja perusahaan.
Analisis neraca air juga dilakukan untuk menilai rasio air yang diperoleh dari berbagai sumber pembangunan, termasuk tangki retensi, konsumsi air, dan pasokan air setempat (PDAM).
Untuk mengurangi penipisan air, Divisi Pengolahan Air (WTD) yang merupakan bagian dari perusahaan manajemen kota/layanan TMD juga melakukan berbagai tindakan, seperti perbaikan meter air, pengukur tekanan untuk memeriksa distribusi pipa dan perubahan pada pipa. sistem pompa inverter untuk memeriksa tekanan konstan.
Read More : Bappenas: Penggunaan Data yang Akurat Jadi Dasar Efektivitas Program
Langkah-langkah ini tidak hanya menghemat air, namun juga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi biaya yang terkait dengan pemborosan air.
CEO Grup LPKR John Riady mengatakan perusahaan meyakini keberlanjutan adalah strategi yang sangat penting yang dapat meningkatkan penciptaan nilai dan pertumbuhan jangka panjang bagi suatu organisasi.
Oleh karena itu, LPKR menekankan integrasi keberlanjutan ke dalam rencana bisnis utama, operasi dan manajemen risiko untuk memastikan bahwa organisasi menerapkan pendekatan komprehensif yang mencakup berbagai aspek LST dalam bisnis, sekaligus meningkatkan kapasitas dari peningkatan efisiensi dan peluang baru.