Jakarta, Beritasatu.com – PT Blue Bird Tbk (BIRD), perusahaan penyedia jasa taksi, melaporkan kenaikan laba sebesar 23,8% selama kuartal I 2024. Sebelumnya, pada tahun 2023, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 23% menjadi 4,4 rupiah indonesia. triliun Selain itu, laba bersih BIRD pada tahun 2023 juga tumbuh sebesar 26% menjadi Rp 452,97 miliar.
Read More : Medco Energi Siap Ekspor Listrik Rendah Karbon ke Singapura
President-CEO BIRD Adrianto Jokasoetano menjelaskan, pertumbuhan laba dan pendapatan BIRD tidak terjadi tanpa strategi yang jelas. Adrian menyebutkan pendekatan inti BIRD yaitu 3M yang merupakan singkatan dari Multi-Product, Multi-Channel Payment.
“Strategi Blue Bird yaitu 3M adalah menggunakan multi produk, pembayaran multi channel. Inilah yang terus kami lakukan untuk menjadikan produk kami relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Itu cara kami melihatnya membuahkan hasil karena pendapatan masih tumbuh dua digit secara rutin,” kata Adriano dalam program Corporate Insight IDTV, Selasa (7/2/2024).
Bahkan, Adrianto terus mengatakan pada 2022 hingga 2023, dirinya masih berada di angka dua digit. Kuartal pertama tahun 2024 juga mengalami pertumbuhan dua digit dibandingkan kuartal pertama tahun 2024.
“Jadi 3M inilah yang mendekatkan kita pada kebutuhan pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Adriant menjelaskan, selain fokus melayani mobilitas sosial, BIRD juga memastikan efisiensi tata kelola perusahaan sehingga perseroan dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih baik.
Salah satu pencapaian terbaru BIRD adalah pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai alat untuk meningkatkan layanan.
Read More : 9,67 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan
“Kami selalu mengupayakan optimalisasi dan efisiensi. Meski terjadi pandemi pada tahun 2020 dan 2021, ada departemen yang terus berupaya mempersiapkan perusahaan menghadapi masa pemulihan, seperti departemen IT dan RnD,” jelas Adriano.
Menurut Adrian, hal itu dilakukan dengan sengaja karena akan berdampak pada pekerjaan ke depan. BIRD kini juga diketahui telah menerapkan kecerdasan buatan untuk mengalokasikan kendaraan sesuai permintaan dan pasokan harian pada waktu dan area tertentu.
“Semua ini kami ciptakan untuk meningkatkan efisiensi, sehingga pengemudi semakin dekat dan cepat sampai ke tempat yang dibutuhkan pelanggan,” tambah Adriant.
Sebagai informasi, BIRD baru-baru ini membagikan dividen sebesar Rp 227,6 miliar atau Rp 91 per saham. Saham tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham tercatat pada 27 Juni 2024, dan pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 12 Juli 2024.