Stockholm, Beritasatu.com- Pada Sabtu (12-10-2024), protes terhadap serangan militer Israel di Jalur Gaza dan Lebanon terjadi di beberapa kota besar Eropa. Ratusan pengunjuk rasa menyerukan gencatan senjata di Stockholm, Paris dan Berlin.
Read More : Pastikan Tak Sedot Dana Nasabah, Danantara Akan Maksimalkan Investasi dari Dividen BUMN
Di Stockholm, para demonstran berkumpul di Odenplan. Mereka berbaris menuju parlemen Swedia sambil meneriakkan slogan-slogan seperti ‘Bunuh Israel, keluar dari Palestina’ dan ‘gencatan senjata segera dan tanpa syarat’.
Antara, dilansir Minggu (13/10/2204), aktivis Swedia Kajsa Ekis Ekman menekankan dukungan Barat terhadap Israel, dengan mengatakan kekerasan tanpa akhir di Gaza, Palestina, adalah genosida.
Di Paris, demonstran pro-Palestina dan Lebanon berkumpul di Fontaine des Innocents. Dalam aksinya, mereka menuntut Israel segera menghentikan serangannya, sekaligus mendesak pemerintah Prancis untuk menarik dukungan terhadap Tel Aviv.
Para pengunjuk rasa membentangkan spanduk bergambar warga Palestina dan mengkritik Presiden Emmanuel Macron atas dukungannya yang tak tergoyahkan terhadap Israel.
Read More : Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 110 Kilogram Ganja Jaringan Aceh di Pelabuhan Merak
Di Berlin, sekitar 2.000 demonstran berbaris dari Lapangan Innsbruck ke stasiun metro Steglitz. Mereka mengutuk serangan brutal militer Israel dengan slogan-slogan seperti ‘Hentikan pendanaan genosida’ dan ‘Kebebasan untuk Palestina’.
Selama protes, banyak pengunjuk rasa ditangkap oleh polisi.