JAKARTA, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Mankeo) Sri Maliani Indrawati sangat optimis dengan kesepakatan Bank Sentral Amerika Serikat (Fed) yang menurunkan suku bunga (Fed Funds Rate/FFR) apa yang sudah Anda putuskan ? Ia juga berharap rencana tersebut dapat memberikan dorongan pada perekonomian global.
Read More : Retret Kepala Daerah, Gubernur Sherly Tjoanda: Dari Kaku Jadi Bestie
Pada Rabu (18/9/2024), The Fed memangkas suku bunga setengah poin atau 50 basis poin menjadi 4,75%-5% untuk pertama kalinya sejak awal pandemi Covid-19. Secara historis, bank sentral di negara-negara maju cenderung memiliki suku bunga yang lebih tinggi, yang sering disebut sebagai suku bunga jangka panjang.
Menurut Srimiliani, apa yang terjadi sejak lama sangat dipengaruhi oleh situasi perekonomian di negara-negara berkembang. Jadi pengurangan ini merupakan langkah yang diharapkan.
Orang Sri Lanka juga menekankan pentingnya semua negara menunggu kebijakan The Fed. Mengingat ketidakpastian keuangan global, kami memperkirakan langkah penurunan suku bunga ini akan berdampak positif terhadap perekonomian Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia.
“Itulah yang diharapkan, dan diharapkan hasilnya positif bagi perekonomian, Amerika, dan perekonomian global,” kata Sri Maliani dalam rapat usai rapat daerah di Gedung DPR. . Kamis (19/9/2024).
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiu, memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunganya sebanyak tiga kali pada tahun 2024. Hal ini didorong oleh angka inflasi yang semakin mendekati sasaran utama sebesar 2 persen. Pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan perekonomian.