Jakarta, Beritasatu.com – Pasangan calon nomor urut 1, Wibowo Sukawati dan Suwardi, akan bersaing di Pilkada 2024 untuk memperebutkan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sergen. Mereka bekerja dengan dukungan empat partai politik yakni PDIP, Partai Demokrat, Gerindra, dan Nasdem.

Read More : Jepang Stop Nama Bayi Aneh: Nike dan Pikachu Haram Digunakan

Pasangan Bowo-Suvardi meraih 28 dari 50 kursi DPRD Kabupaten Sergen dan memperoleh 324.800 suara. Mereka akan menghadapi pasangan nomor 2, Sigit Pamungkas dan Suroto, dalam upaya merebut hati masyarakat Shregen.

Lantas siapakah Untung Wibowo Sukowati dan Suwardi? Berikut profil dan perjalanan karirnya.

Profil Untung Wibowo Sukowati Untung Wibowo Sukowati atau biasa disapa Bowo merupakan adik dari Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan anak dari mantan Bupati Sragen Untung Wiyono. Bowo merupakan seorang politikus muda sukses asal Provinsi Jawa Tengah.

Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, ia berhasil meraih kursi di DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk PDIP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VI. Ia memperoleh suara terbanyak ketiga di DPRD dengan total 158.680 suara.

Selain menjabat sebagai anggota DPRD, Bowo juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Sragen. Tak hanya aktif di dunia politik, ia juga dikenal sebagai wirausaha.

Read More : Kecelakaan Bus SMK Depok di Subang Disorot Media Asing, Termasuk New York Times

Profil Suwardi Suwardi yang akrab disapa Wardi adalah seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Shregen. Ia menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sragen periode 2020-2025, jabatan yang juga dijabatnya pada periode sebelumnya.

Selain itu, Suvardi terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Shregen masa jabatan 2021-2026, mengalahkan lawannya Dedi Andriatno dengan selisih 15 suara berbanding 6.

Suvardi merupakan pensiunan pegawai negeri sipil (ASN) sejak 11 Juni 2023 setelah mengabdi selama 40 tahun 2 bulan. Memulai karir sebagai guru di SDN 1 Kedungupit pada bulan April 1983 dan mencapai puncak karir pada tahun 2017 dengan diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *