Jakarta, Beritasatu.com – SMA Negeri 61 Jakarta menggelar festival edukasi jaminan sosial bertajuk “Festival Sosial”. Acara yang dibuka resmi oleh Kepala Sekolah Sri Mulyanti bersama Presiden Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Agus Suprapto ini merupakan puncak dari rangkaian uji coba konten jaminan sosial di bidang pendidikan melalui proyek Penguatan Profil Siswa. Pancasila (P5). modul
Read More : 10 Kegiatan yang Bisa Dilakukan untuk Peringati Hari Anak Nasional 2024
Agus menegaskan, kesadaran terhadap isu jaminan sosial harus diciptakan sejak usia dini hingga pendidikan dasar dan menengah agar menyadarkan masyarakat terhadap risiko sosial ekonomi yang mungkin timbul dalam kehidupannya.
“Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sejak dini, muatan jaminan sosial harus menjangkau pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. “Konten jaminan sosial Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila merupakan bagian dari fungsi DJSN agar dapat diimplementasikan dalam ekosistem pendidikan nasional,” kata Agus.
Ia juga mengapresiasi SMA Negeri 61 Jakarta yang mampu menjadi pionir di tingkat nasional dan berharap kedepannya para siswa dapat menjadi agen perubahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan jaminan sosial.
“Saya ucapkan selamat kepada SMA 61 yang pertama kali menerapkan P5 tidak hanya di tingkat Jakarta tapi juga nasional. Rekan-rekan ini bisa menjadi agen atau tameng bagi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan karena pemahamannya yang luar biasa,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Kepala SMA Negeri 61 Jakarta Sri Mulyanti merasa senang sekolahnya mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak untuk mensukseskan pelaksanaan program percontohan pemerintah tersebut. Di sisi lain, ia juga ingin agar para pelajar yang nantinya akan memasuki dunia kerja dibekali dengan pengetahuan yang memadai tentang jaminan sosial sehingga dapat bekerja dengan aman dan menikmati hari tua yang sejahtera.
“Saya atas nama keluarga besar SMA 61 Jakarta mengucapkan terima kasih kepada DJSN, BPJS Ketenagakerjaan dan juga BPJS Kesehatan atas kerjasama dan dukungannya. Penting untuk mengajarkan anak-anak jaminan sosial sejak dini, karena jika mereka memahami ilmu tersebut. , tentunya mereka punya tabungan untuk masa depan mereka. Selain itu mereka juga akan bekerja setelah lulus, sehingga pasti membutuhkan BPJS Ketenagakerjaan dan jaminan kesehatan,” jelas Sri.
Kegembiraan juga terlihat dari para siswa yang terlibat dalam proyek ini. Melalui karyanya, Anindya yang merupakan siswa kelas 10 ini menemukan bahwa penting bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya untuk mempersiapkan keuangan untuk masa depan sejak dini.
Read More : Kejagung Dalami Suap Vonis CPO, 14 Saksi Diperiksa!
“Sangat penting bagi pelajar untuk mengetahui tentang jaminan sosial, sebagaimana diketahui bahwa jaminan sosial bermanfaat dalam mempersiapkan masa depan kita sebagai pekerja bergaji dan tidak berbayar. “Jaminan sosial ini penting bagi kita untuk mempersiapkan keuangan keluarga di masa depan,” ujarnya.
Seperti diketahui, muatan jaminan sosial bidang pendidikan melalui modul proyek penguatan profil siswa Pancasila diluncurkan pertama kali pada Desember 2023. Modul ini merupakan lanjutan dari Inpres No. 2 implementasi pada optimasi implementasi. Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Negara dan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2021 Tahun 2023 Tentang Roadmap Jaminan Sosial 2023-2024. Melalui modul yang bertemakan “Sustainable Lifestyle dengan tema Jaminan Sosial untuk Masa Depan yang Lebih Cerah”, diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan sejak dini, meningkatkan literasi jaminan sosial siswa, menciptakan pemahaman tentang pentingnya jaminan sosial dan mengembangkan karakter sesuai dimensi profil siswa Pankasil. Tidak hanya melalui modul, mahasiswa juga diajak mengunjungi berbagai kantor BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan untuk mengetahui langsung keseluruhan proses bisnis, mulai dari pendaftaran kepesertaan hingga pengajuan permohonan manfaat.
Di sisi lain, General Manager BPJS Ketenagakerjaan dan Kepala Departemen Sumber Daya Manusia Abdur Rahman Irsjadi berjanji akan terus memberikan dukungan dan melanjutkan kerja baik ini agar pegawai dapat terus bekerja tanpa rasa khawatir, karena dengan perlindungan jaminan sosial, all risk pegawai bertanggung jawab kepada pemerintah melalui BPJS Emprego.
“Ini merupakan langkah awal yang baik dalam upaya peningkatan literasi jaminan sosial sejak dini. Semoga modul ini dapat diterapkan secara komprehensif di sekolah-sekolah menengah atas di seluruh Indonesia.” Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya jaminan sosial secara universal. cakupannya akan segera tercapai,” pungkas Abdur.