Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyoroti situasi pasar modal di Indonesia, sebagai bagian dari ekosistem perekonomian negara.
Read More : Jeda Siang Perdagangan Kamis 16 Mei 2024, IHSG Naik 65 Poin
Meski pada pertengahan Juni lalu pasar saham di Indonesia anjlok karena sejumlah sentimen dan ketidakpastian, Airlangga mengatakan untuk saat ini para pelaku pasar dan investor bisa kembali optimis. Sebab, kondisi pasar berangsur membaik dan proses transisi pemerintahan berjalan lancar.
“Kami tidak perlu khawatir dengan pasar. Karena proses transisinya akan lancar,” kata Airlangga di Bursa Efek Jakarta Indonesia, Selasa (9/7/2024).
Seperti diketahui, pada pertengahan Juni lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hingga kembali ke level psikologis 6.700 yang merupakan level terendah tahun 2024.
Sedangkan menurut data Bursa Efek Indonesia, pada 10-14 Juni 2024, IHSG mengalami pelemahan hingga 2,36% ke level 6.734. Tak hanya melemah, mata uang asing yang keluar dari pasar juga mencapai triliunan rupiah.
Airlangga tak menampik, salah satu kekhawatiran investor adalah rencana pemerintahan mendatang yang lebih tinggi yang dinilai memakan waktu lebih dari anggaran. Ia mengatakan kabinet Presiden Joko Widodo telah bersinergi dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto demi transisi pemerintahan yang harmonis.
Read More : Beredar Foto Mirip Abidzar di Medsos Pamer Alat Vital, Umi Tatu Bakal Lapor Polisi?
“Kita lihat beberapa waktu terakhir, terkait penyusunan RAPBN 2025 sudah dikonsultasikan kepada Presiden Pak Prabowo. Nanti akan dibacakan oleh Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir. Soal target pertumbuhan untuk program kerja yang lebih panjang, karena “hampir semuanya terakomodasi dalam RAPBN yang akan datang,” tambah Airlangga.
Terakhir, Airlangga berharap nilai transaksi pasar saham terus tumbuh.
“Jadi pasar saham tidak perlu wait and see, yang ada hanya Gaspol!” dia menyimpulkan.