Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Pendidikan, Penelitian dan Teknologi Universitas (Kemendintek) menanggapi dosen Peralatan Sipil Nasional (ASN), yang telah ditangkap selama empat tahun dari tahun 2020, untuk mendukung kinerja (Tukin).

Read More :

Kementerian Pengaruh dan Budaya (Kemen-PMK) mengajukan anggaran tambahan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terkait dengan implementasi dosen ASN.

Menteri Pendidikan, Sains dan Teknologi (Kamus) Satryo Soemntri Brodjonegoro mengungkapkan bahwa pembayaran anggaran kini telah mencapai periode persetujuan Kementerian Keuangan.

“Kami sedang menunggu keputusan Kementerian Keuangan. Sumber daya yang ada ditentukan sesuai dengan peraturan Presiden,” Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kedua (10.2025), Satryo Soemanri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Budaya mempersiapkan seorang menteri (Permen) untuk melakukan pembayaran tukin bagi mereka yang berhak atau bersedia menerima pembayaran.

Ini karena koleksi Tukin disesuaikan sesuai dengan penilaian dan pencapaian yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Proses menentukan kriteria ini diperkirakan akan memakan waktu sebulan.

Read More : Review Film Trap: Eksperimental M Night Shyamalan Didukung Penampilan Solid Josh Hartnett

Dukungan untuk dosen ASN baru -baru ini menjadi kontroversial setelah beberapa dosen mengajukan protes terkait hutang, belum dibayar.

Namun, pemerintah didedikasikan untuk menemukan solusi dan Tukini ASN akan digunakan pada tahun 2025.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *