MALANG, BERITATATU.COM – Ratusan orang berpartisipasi dalam Liturgi Misa Carstens, Lily Vijayanti Pogoni dan Elsa Laxon di Saint -alberta (SMAK) atau Sekolah Menengah Kota Dempo Malang (3,3.2025). Direktur SMA Dempo Malang menunjukkan bahwa tujuan Lily dan Elsa di Karsten adalah untuk menetapkan nama Hanaph Tanton.
Read More : Bahlil Janji Golkar Usung Prabowo Lagi pada Periode Kedua Jika Hasilnya Bagus
Para lulusan, teman -teman dalam keluarga korban, mengambil bagian dalam roh yang dipimpin oleh ayah yang tunduk pada Taguh Kusbintor.
Setelah selesainya Liturgi Jiwa, setelah itu mereka membuat komentar dari Direktur Kota Demp Malang Sumardi. Pada kesempatan ini, Sumardi mengucapkan terima kasih atas kedatangan lulusan dan keluarga atas ketersediaan mereka untuk berpartisipasi dalam jiwa untuk Lily Vijayanti Pogion dan Elsa Laxon.
Dalam kata -katanya, ia menunjukkan bahwa kenaikan dua lulusan sekolah menengah Dempo adalah untuk membuat spidol yang dinamai Hanafna Taton, seorang pendaki yang juga seorang Dempos yang meninggal di puncak Karsten.
“Adapun informasi yang sama, mereka pergi dengan riang dengan tanda untuk menghubungkan nama Hanif ke gunung,” kata Samardi.
Dia menyarankan agar kepergian dua anggota lulusan SMA Dempo ini menjadi pengingat bahwa orang hanya bisa merencanakan, tetapi Tuhan adalah faktor.
“Akhirnya, tiga sekarang ada di alam. Orang hanya bisa merencanakan, Tuhan memutuskan,” katanya.
Read More : Sering Berpergian Jarak Jauh dengan Motor? Ini Tips Merawatnya
Lily dan Elsa – Lulusan Sekolah Menengah Dempo lulus pada tahun 1984. Ada 400 lulusan yang masih berkomunikasi satu sama lain, meskipun tidak ada seorang pun di suatu wilayah.
Bahkan, generasi baru -baru ini memperhatikan 40 tahun kelulusan, setelah melakukan kegiatan di sebuah sekolah di Malang.
Lily dan Elsa, lulusan SMA Dempo, meninggal pada 1 Maret 2025. Napas terakhir berakhir setelah mereka melebihi hipotermia dari waktu yang buruk.