Surabaya, Beritasatu.com – EN, siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya, mengalami luka setelah dipaksa sujud dan dimarahi di depan umum oleh pengusaha Ivan Sugianto (IS). Untuk membantu EN mengatasi trauma tersebut, pihak sekolah segera memberikan dukungan kesehatan mental.

Read More : Rayakan Natal di Singapura Bersama Olivia Allan dan Gabriella, Denny Sumargo: Ingin Rehat Sejenak

Hal itu disampaikan kuasa hukum Gloria School Surabaya, Sudiman Sidabuke. EN mengaku sangat terdampak atas kekerasan yang dialaminya. Kejadian bermula ketika IS, orang tua siswa EMS dari sekolah lain, membantah anaknya di-bully oleh EN. Namun, alih-alih menyelesaikan masalah dengan baik, ISIS malah memaksa EN untuk meminta maaf sambil berlutut dan melolong seperti anjing.

Ironisnya lagi, ISIS datang langsung ke sekolah EN yang dipimpin oleh banyak orang tak dikenal. Meski petugas keamanan sekolah dan beberapa orang tua berusaha melerai, ISIS tetap memaksa EN untuk berlutut dan menjadi kaku.

Atas situasi tersebut, Gloria School Surabaya menyerahkan segala prosedur hukum kepada polisi.

“Kondisi mental korban sangat emosional. Namun SMA Gloria Surabaya memberikan dukungan dan dukungan psikologis kepada EN agar kejadian tersebut tidak mempengaruhi cara belajar dan perkembangannya,” kata Sudiman Sidabuke, Konselor Sekolah Gloria Surabaya, Kamis. . (14/11/2024).

Melalui surat tersebut, ibu EN, Ira Maria, mengatakan anaknya sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Bahkan, EN takut keluar rumah dan merasa terancam jika ada orang asing yang mendekat.

“Anak saya sangat terpukul dengan kejadian ini. Dia tidak berani kemana-mana dan takut ada orang asing yang datang. Hingga saat ini, dia masih terluka,” kata Ira Maria, orang tua EN.

Kini, EN sudah kembali bersekolah dan melanjutkan aktivitas rutinnya.

Read More : Lucinta Luna Pastikan Verrell Bramasta dan Fuji Hanya Berteman

Informasi tersebut telah dilaporkan pihak sekolah ke Polrestabes Surabaya dan kini memasuki tahap penyidikan. Direktur Humas Polda Jatim Gubernur Pol Dirmanto menjelaskan Kapolda Jatim diperintahkan mengendalikan ledakan tersebut.

Sesuai perintah Kapolda Jatim, kami akan membantu penyidik ​​agar proses penyidikan jelas selesai, kata Kapolres Dirmanto, Kamis (14/11/2024).

Polda Jatim juga akan bekerja sama dengan Direktorat Cybercrime untuk memverifikasi informasi tersebut dan memastikan proses penyidikan transparan dan legal.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa delapan orang saksi, termasuk beberapa guru dan Ivan Sugianto, pengusaha asal Surabaya yang viral dengan memaksa siswanya berlutut dan telanjang di lingkungan sekolah.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *