Karwang, Baritasato.com – Sebuah video yang menunjukkan sekelompok siswa sekolah dasar di Karwang di kereta Jawa Barat berenang di atas meja dan halaman lantai untuk menjadi viral di berbagai bingkai konspirasi media sosial. Insiden itu terjadi setelah protes orang tua dari orang tua untuk biaya untuk kegiatan olahraga.
Read More : Polda Kaltim Razia Minyakita: Takaran Sesuai, Harga Melebihi HET
Menanggapi gubernur Java Daddy Mouadi, para guru tidak memahami esensi pendidikan dan arah olahraga.
Diketahui bahwa siswa berlatih berenang di atas meja dan lantai.
Ketika Baritasato.com dikonfirmasi pada hari Senin (24/2025), Penangan I. Mrs. Khauna Elementary School mengkonfirmasi insiden itu. “Ini hanya tiruan sebelum siswa pergi langsung ke kolam,” kata siswa yang berlatih berenang di atas meja dan lantai.
Hal yang sama dilakukan oleh SD Panagin II, kepala direktur MIMI. Dia mengungkapkan bahwa pernyataan berita viral yang viral di media sosial tidak benar. “Itu hanya satu imitasi, itu tidak akan ada di tanah, tetapi di air atau kolam,” kata Mimi.
Menanggapi gubernur Jawa Barat, Daddy Mladi, ia mengatakan bahwa masalah dasarnya bukanlah kegiatan renangnya, melainkan biaya yang sering dikeluhkan oleh orang tua siswa.
Dan dalam videonya, Pastor Muladi juga mengungkapkan bahwa guru tidak memahami esensi pendidikan dan arah olahraga. Dia mengkritik praktik membayar tiket kolam renang, yang sering dibuat oleh para guru yang bekerja dengan manajemen kolam renang. Menurut mereka, ini dapat menciptakan beban lain bagi orang tua siswa
Read More : Harga Emas ke Level Terendah dalam 2 Minggu karena Pemangkasan Bunga The Fed Akan Lebih Kecil
“Bersama -sama, guru terus mengapung kegiatan tanpa merawat tiket siswa,” katanya. Dia merekomendasikan agar para guru menunggu di kolam renang sementara siswa membeli tiket secara mandiri dan menghasilkan pengetahuan mereka. ”
Mantan bupati Porwakarta mengatakan bahwa jika orang tua tidak dapat membayar tiket, siswa tidak harus memaksa mereka untuk pergi berjam -jam. Daddy menambahkan, esensi pendidikan adalah untuk mempersiapkan minat dan kemampuan siswa tanpa beban biaya tambahan.
“Peristiwa ini menekankan pentingnya memahami esensi pendidikan guru dan kebutuhan kebijakan yang tidak membebani orang tua siswa dalam menerapkan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.”