Yakarta, Beritasatu.com – Koordinasi Menteri Ketenagakerjaan Komunitas, Mahaimin Wasaandar, atau bagaimana Ian, berbicara tentang kasus viral siswa dalam madu yang telah diperintahkan untuk duduk di lantai karena spp di tunggakan. Dia memeriksa tindakan yang tidak pantas dan meminta guru yang memberikan hukuman untuk dididik.
Read More : Nathalie Holscher Kembali Jadi DJ, Netizen: Welcome Back
“Kepala kantor harus mendidik Menteri Pendidikan,” kata bagaimana ada imin pada pertemuan presiden Dewan Siswa Sekolah Menengah di Yakarta pada hari Sabtu (11/1/2025).
CAK IMIN juga menarik bagi orang -orang yang mengalami kesulitan membayar tarif sekolah untuk memberi tahu pemerintah sehingga solusi dapat ditemukan.
“Jika ada masalah, mengkhianati pemerintah, baik pemerintah daerah dan pusat. Kami pasti akan menemukan solusi,” katanya.
Dia menekankan bahwa pendidikan dasar dan menengah menjadi fokus perawatan negara. Oleh karena itu, masalah apa pun di bidang pendidikan akan segera diselesaikan.
“Tidak ada pendidikan menengah utama yang tidak kami beli solusi. Saya jamin bahwa Presiden Prabovo telah lakukan. Semua masalah yang dihadapi orang akan diatasi,” tambahnya.
Read More : Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi 3 Kali Pagi Ini
Sebelumnya, kasus viral di jejaring sosial ini dimulai ketika M (10), seorang siswa kelas 4 di sebuah sekolah swasta di Medan, dihukum karena duduk di lantai selama dua hari, yaitu 6 Januari hingga 7 Januari 2025. Doa itu diberikan oleh guru kelasnya, guru dengan H karena H karena M.
M duduk di lantai dari pukul 08.00 hingga 13.00 selama kegiatan pengajaran dan pengajaran. Orang tua dari para siswa, KM, yang datang ke ruang kelas, terkejut ketika mereka melihat anak -anak mereka diperlakukan secara berbeda dari siswa lain.
Dalam video viral, KM tampaknya berdebat dengan master ruang kelas yang menghukum putranya hanya karena dia belum membayar SPP. Kemudian sekolah meminta maaf dan mengakui bahwa hukuman itu adalah inisiatif pribadi guru.