Jakarta, Beritasatu.com – Penyanyi dangdut Nayunda Nabila Nizrinah mengaku mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiahkan dua tas dan kalung emas karya Balenciaga.
Read More : Respons Airlangga Soal Raja Jawa yang Disebut Bahlil
Hal itu diungkapkannya saat memberikan kesaksian bersama Syahul Yasin Limpo, mantan Menteri Pertanian (SYL), mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dan Pembangunan Perdesaan, serta mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Muhammad Hatta.
Pertama, Jaksa KPK Wali Kota Simjantak menanyakan soal penerimaan barang dari SYL.
“Bisakah kamu menyebutkan hadiah itu sebagai saksi?” Tanyakan pada jaksa.
“Tas Balenciaga dan kalung emas,” jawab Nayunda saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (29/24).
“Berapa tas yang ditemukan saksi?” Tanyakan pada jaksa.
“Dua Balenciaga silver dan satu Balenciaga hitam,” jawab Nayunda.
Nayunda menjelaskan, tas dari SYL diserahkan kepada terdakwa lainnya, Muhammad Hatta.
“Balenciaga Hitam itu dari Menteri ke Hatta. Balenciaga Perak itu dari Theta,” jawab Nayunda.
Tak hanya itu, Nayunda juga mengaku menerima kalung emas pemberian SYL sebagai tas Balenciaga. Namun, dia tidak mengetahui sumber tas dan kalung tersebut.
Jaksa kemudian menanyakan di mana kalung emas SYL disembunyikan.
Read More : Prabowo Kembali Tekankan Urgensi Program Makan Siang dan Susu Gratis
“Di mana kalungnya?” Tanyakan pada jaksa.
“Saya jual karena tidak diperlukan,” tanya jaksa.
“Jangan gunakan? Menteri untukku, untuk apa aku menggunakannya?”
“Iya kalungnya kekanak-kanakan, terlalu tipis,” jawab Nayunda.
Diketahui, SYL didakwa melakukan pemerasan, pilih kasih, dan TPPU. Kasus pungutan liar dan pilih kasih SYL sudah diproses, sedangkan TPPU sedang didalami Komisi Pemberantasan Korupsi.
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menuduh SYL menggelapkan uang anak buahnya dan menerima tunjangan sebesar Rp44,5 miliar selama menjabat menteri pertanian.
Miliaran rupee telah digunakan untuk kepentingan pribadi SYL dan keluarganya. Ada yang dipersembahkan untuk undangan pesta Nasdem, acara keagamaan, tiket pesawat, bantuan bencana, kebutuhan luar negeri, umrah, dan kurban.