Jakarta, Beritasatu.com – Pada tahun 1945, saat Perang Dunia II, Amerika Serikat menjatuhkan bom nuklir di Jepang.

Read More : PKS Soal Penambahan Menteri: Kalau Sudah Diperhitungkan, Jalankan

Bagaimana jika suatu saat Amerika Serikat menjadi negara pertama yang diserang dengan bom nuklir? Itulah yang dijelaskan oleh jurnalis investigasi pemenang Hadiah Pulitzer, Ann Jacobson, dalam bukunya Nuclear War: The Scenario.

Ann Jacobson seperti dikutip Science Times, Rabu (7/10/2024) mengatakan Ann Jacobson telah merinci apa yang akan terjadi jika Amerika Serikat diserang dengan serangan nuklir. “Setengah miliar orang di Amerika Serikat akan meninggal hanya dalam 72 menit,” tulis Ann Jacobson.

Dalam buku tersebut, Anne Jacobson mengemukakan serangan nuklir Korea Utara terhadap Amerika Serikat. Pemimpin karismatik Korea Utara Kim Jong Un dapat menyerang Amerika Serikat kapan saja dengan menggunakan bom nuklir antarbenua andalan Korea Utara, Hwasong 17.

Menurutnya, bom nuklir antarbenua membutuhkan waktu 30 menit untuk mencapai Amerika Serikat. Ketika serangan dimulai, dia menggambarkan Amerika Serikat sebagai upaya untuk segera melakukan pembicaraan antara seluruh elit militer di Komando Strategis (Stratcom) dan Presiden Amerika Serikat. Rudal nuklir Korea Utara Hwasong-17 – (Nikkei Asia/-)

Amerika Serikat kemudian akan melancarkan serangan balik. Rusia, pihak ketiga yang melancarkan serangan, akan memainkan peran penting dalam menentukan seberapa sukses serangan balik tersebut.

“Rusia tidak akan membiarkan serangan balik Amerika terjadi di langit mereka,” katanya.

Ann Jacobson berharap Amerika Serikat dapat menggunakan senjata yang diluncurkan dari kapal selam untuk mengalahkan serangan nuklir. Ia hanya pesimistis Rusia akan mengizinkannya.

Read More : Melihat Gaya Anggota DPR Rahayu Saraswati yang Rapat sembari Membawa Anak

Ketika bom nuklir mencapai Amerika Serikat, sulit membayangkan apa yang akan terjadi pada negara tersebut. Perkiraan jumlah korban adalah 5 miliar, dan ini bukan angka yang dapat diterima.

Belum lagi kerusakan total yang akan terjadi di Amerika Serikat dan membutuhkan waktu lama untuk kembali normal. Untuk itu, Ann Jacobson berharap tidak ada seorang pun yang benar-benar perlu menggunakan bom nuklir.

Sepanjang sejarah, senjata ini hanya digunakan dua kali untuk keperluan perang,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengatakan masih terdapat 14.500 senjata nuklir yang dimiliki berbagai negara di dunia. Faktanya, lebih dari 2.000 uji coba nuklir telah dilakukan.

“Cara terbaik untuk melindungi diri dari bahaya ini adalah dengan perlucutan senjata. Namun, mencapai tujuan tersebut sangatlah sulit,” tutupnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *