Jakarta, Beritasatu.com – Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling umum terjadi. Kondisi ini terjadi ketika kadar glukosa dalam darah (gula darah) terlalu tinggi. Glukosa dalam darah merupakan sumber energi utama tubuh dan biasanya berasal dari makanan yang kita makan.
Read More : Eks Pejabat Pentagon Sebut Konflik dengan Iran Bisa Picu Perang Dunia
Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berperan penting dalam memperlancar masuknya glukosa ke dalam sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.
Pada diabetes tipe 2, tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak menggunakan insulin dengan baik. Akibatnya, kelebihan glukosa terus-menerus beredar di darah, sementara sel-sel tubuh tidak mendapat energi.
Namun, siapa saja yang berisiko terkena diabetes tipe 2? Berikut keterangannya, dikutip dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), Rabu (5/6/2024).
1. Orang berusia 45 tahun ke atasRisiko terkena diabetes tipe 2 meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 45 tahun. Ini untuk beberapa alasan. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan sensitivitas terhadap insulin.
Selain itu, seiring bertambahnya usia, orang cenderung mengalami penumpukan lemak di sekitar perut.
Lemak perut yang disebut lemak visceral ini dapat mengganggu kerja insulin, memperburuk resistensi insulin, dan meningkatkan risiko diabetes.
Aktivitas fisik dapat menurun seiring bertambahnya usia, yang dapat meningkatkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
2. Riwayat Keluarga Orang dengan riwayat keluarga diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut. Risiko ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Gen tertentu yang diturunkan dari orang tua ke anak dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
Selain genetik, faktor gaya hidup seperti pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan obesitas juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko. Namun perlu diingat bahwa memiliki gen risiko tidak menjamin seseorang akan terkena diabetes.
Namun gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko, bahkan pada orang yang tidak memiliki riwayat keluarga diabetes. Wanita dengan riwayat diabetes (diabetes yang muncul saat hamil) memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.
3. Orang Obesitas Kelebihan berat badan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 melalui beberapa mekanisme. Salah satunya adalah meningkatnya resistensi insulin pada penderita obesitas. Selain itu, obesitas menyebabkan peradangan kronis yang mempengaruhi produksi insulin.
Read More : Kimberly Ryder Tantang Tamara Bleszynski yang Ingin Sediakan Mobil Gratis untuk Anak-anaknya
Penumpukan lemak visceral pada organ vital dapat mengganggu fungsi insulin. Risiko diabetes tipe 2 pada orang gemuk lebih tinggi dibandingkan orang dengan berat badan normal. Risiko ini meningkatkan keparahan obesitas.
4. Orang dengan latar belakang etnis tertentu Orang dengan latar belakang etnis seperti keturunan Asia Selatan dan Afrika-Karibia atau Afrika Hitam memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang bule.
Faktor gaya hidup yang tidak tepat, seperti pola makan yang tidak seimbang, kurang olahraga, dan kecenderungan obesitas, sangat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, meski tidak ada riwayat keluarga menderita diabetes. Rasisme dan stres kronis yang ditimbulkannya juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
5. Mereka yang menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS) Wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) seringkali mengalami resistensi insulin. Dalam hal ini, tubuh mereka memproduksi insulin, namun tidak dapat menggunakannya dengan baik sehingga menyebabkan kadar glukosa darah meningkat dan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
6. Penderita kolesterol tinggi Kadar kolesterol tinggi juga dapat berkontribusi terhadap risiko diabetes tipe 2 Kolesterol tinggi mengurangi toleransi tubuh terhadap glukosa, dan rasio tinggi antara kolesterol total (TC) dan kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL-C) dapat menjadi prediktor diabetes tipe 2.
7. Wanita yang mengidap diabetes gestasional: Wanita yang mengidap diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di masa depan. Diabetes gestasional adalah suatu kondisi di mana seorang wanita yang belum pernah menderita diabetes mengalami kadar glukosa yang tinggi selama kehamilan. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa seorang wanita berpotensi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.
8. Ibu dan anak: Wanita yang melahirkan anak dengan berat badan lebih dari 4 kilogram memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Berat badan lahir yang tinggi bisa menjadi tanda ibu mengalami resistensi insulin selama kehamilan, sehingga dapat meningkatkan risiko ibu terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.