Jakarta, Beritasatu.com – PT Pos Indonesia (Persero) mengungkap rencana strategisnya menjadi perusahaan logistik milik negara (BUMN). Tugas tersebut merupakan jalur langsung kepada pemegang saham yaitu Kementerian BUMN dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor logistik BUMN.

Read More : Perang Dagang Bayangi IHSG, Akumulasi Saham Perbankan Selamatkan Indeks ke Zona Hijau

CEO Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, peran integrator ini mencakup integrasi 37 perusahaan logistik milik negara.

Saat ini, lembaga-lembaga tersebut beroperasi di sektor logistik dalam skala kecil dan dengan tingkat detail yang berbeda-beda.

“Kami berharap dengan menggabungkan seluruh perusahaan BUMN ini dalam satu orkestrasi Pos Indonesia, kita bisa menekan biaya logistik BUMN. Jika biaya logistik turun, produk-produk BUMN akan semakin kompetitif,” kata Faizal dalam konferensi pers di BEI. Gedung, Jakarta, Jumat (1/10/25).

Faysel menyatakan, fase ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi peninjauan dan konsolidasi operasional anak perusahaan BUMN. Fase kedua mencakup langkah-langkah korporasi seperti merger atau akuisisi untuk memperkuat struktur pemrosesan logistik. 

Terkait logistik darat, saat ini sedang dilakukan investigasi menyeluruh terhadap fasilitas mana yang akan terlibat dalam merger tersebut, tambahnya.

Pos Indonesia menargetkan implementasi penuh rencana besar ini pada tahun 2026. Dengan menjadi holding logistik, perseroan diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antar perusahaan negara dan mendukung efisiensi kerja secara keseluruhan. 

Read More : 2 Korban Ledakan Smelter Titanium di Karawang Meninggal Dunia, Luka Bakar 80 Persen

“Langkah ini merupakan bentuk komitmen Pos Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai BUMN terkemuka yang memberikan manfaat menyeluruh kepada masyarakat sekaligus mendukung transformasi sektor logistik nasional,” kata Faizal.

Perseroan menilai rencana ini dinilai strategis untuk menurunkan biaya logistik BUMN yang menjadi kendala terbesar persaingan produk nasional.

Selain itu, konsolidasi pemilik logistik BUMN di bawah Pos Indonesia diharapkan dapat meningkatkan operasional, memperluas cakupan layanan, dan meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian Indonesia.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *