JAKARTA, Peridasat.com – Bintang senam Shoko Miyata, 19, kapten tim putri Jepang untuk Olimpiade Paris, mengundurkan diri dari timnas setelah mengaku merokok dan minum minuman keras. Acara tersebut diumumkan Japan Gymnastics Association (JGA) pada Jumat (26/7/2024). Presiden JGA Tadashi Fujita meminta maaf atas insiden yang melibatkan pesenamnya.
Read More : Segel Pagar Laut di Bekasi, Menteri LH: Ilegal dan Sebabkan banjir
Pejabat eksekutif JGA Kenji Nishimura mengatakan Miyata mengatakan dia merokok dan minum karena tekanan untuk melakukannya dengan baik. Miyata mengaku sangat kecewa dengan kejadian tersebut.
Pada Senin (22/07/2024), JGA memulai penyelidikan setelah mendapat informasi Miata sedang merokok dan meminum alkohol. Miyata mengaku bersalah keesokan harinya. JGA kemudian memerintahkan Miyata kembali ke Jepang dari pusat latihan timnas Jepang di Monaco pada Rabu (24/7/2024).
Miyata, mahasiswa Universitas Juntendo, memberikan keterangan lebih lanjut kepada pengurus JGA pada Kamis (25/7/2024). Miyata mengaku merokok dan minum minuman keras di Pusat Pelatihan Nasional Tokyo pada akhir Juni dan Juli.
Asosiasi memutuskan bahwa tindakannya melanggar kode etik JGA dan dia harus meninggalkan tim nasional. Kode Etik JGA secara efektif melarang merokok dan minum oleh anggota tim nasional selama aktivitas tim.
Presiden JGA Tadashi Fujita mengatakan pada Jumat (26/07/2024) “Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas ketidaknyamanan besar yang ditimbulkan Miyata kepada banyak orang. Saya minta maaf,” seperti dikutip Japan Times.
Read More : Dirut MGPA: Pembalap Jatuh Bukan karena Kondisi Sirkuit Mandalika
Sebelumnya, JGA merilis video promosi grup tersebut di media sosial. Dalam video tersebut terlihat Miyata mengatakan dirinya akan memberikan yang terbaik di Olimpiade Paris. Postingan tersebut dihapus usai jumpa pers pada Jumat (26/07/2024).
Miata memenangkan medali perunggu di nomor balok keseimbangan di Kejuaraan Dunia 2022 dan menempati posisi kedelapan secara keseluruhan dalam kompetisi tersebut.
Timnas putri Jepang nyaris meraih podium pada dua edisi terakhir Olimpiade, namun belum pernah meraih medali sejak meraih perunggu di Olimpiade Tokyo 1964. Di Olimpiade Tokyo 2020, Mai Murakami menjadi pesenam wanita Jepang pertama yang memenangkan medali Olimpiade individu, meraih perunggu di kompetisi senam lantai.