Jakarta, Bertaatu.com – Perdana Menteri Besar Inggris Keimmir Starler menyambut presiden Ukraina, dukungan penuh untuk negaranya untuk Ukraina. Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Presiden AS Donald Trump, Gedung Putih, melawan Donald Trump.
Read More : Truk Muat Ikan Terguling, Jalur Jember-Banyuwangi Macet hingga 2 Kilometer
Zelensky disambut pada hari Sabtu di 10 kamp, โโdengan dukungan populasi berkumpul di luar cadangan resmi Perdana Menteri Inggris Raya. Starm segera menyambutnya dengan hangat.
“Kamu sangat dikenal di Down Street,” kata Starmer, Al -Jaza.
“Anda mendengar dengan gembira bahwa Anda akan sepenuhnya didukung dari Inggris. Kami bersama Anda, dengan Ukraina, untuk apa yang Anda butuhkan,” tambahnya.
Sebagai tanggapan, Volodymor Zelena, yang tidak setuju dengan Donald Trump, berterima kasih kepada Inggris atas dukungan mereka sejak perang.
“Saya sangat senang bahwa saya akan menerima pertemuan saya besok. Kami masih bisa menjadi mitra strategis dalam dukungan Anda di Ukraina. Kami masih dapat mengandalkan bantuan Anda,” kata Zalensky.
Oleh karena itu, Inggris dan Ukraina menandatangani perjanjian pinjaman sebesar 2,26 miliar pound (47,1 triliun) untuk memperkuat perlindungan Ukraina. Pemerintah Inggris menyebut langkah ini sebagai dukungan yang kuat dan stabil bagi penduduk Ukraina.
Starm juga berencana untuk mengambil bagian dalam pertemuan tersebut untuk memperkuat dukungan para pemimpin Eropa pada hari Minggu (22.02.2025).
Read More : Kasus Suap Vonis Lepas, MA Berhentikan Sementara Ketua PN Jaksel
Jumat (28/2005/2025) berlangsung pada pertemuan Starmer dan Zelensky Starmer dan Zelensky (28.02.2025). Pada konferensi pers bersama AS dan media dunia dan media dunia Donald Trump dan Wakil Zelensky. Dia menuduh presiden AS, yang tidak berterima kasih karena membantu presiden Ukraina.
“Anda tidak akan mengendalikan saat ini,” kata Trump Zelensky.
“Anda harus menyimpulkan kesepakatan atau pergi. Jika kami pergi, kami bertarung sendirian dan kami tidak berpikir bahwa hasilnya menarik,” katanya.
Pernyataan Donald Trump mengejutkan banyak pemimpin Eropa, yang segera berubah di Vonidmyrmeral. Trump diformalkan dengan terhubung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan merujuk pada kemungkinan kontrak dengan Ukraina bulan lalu.