Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pendidikan, Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kamus) Satrio Somanty Mudzhonegor. Ketika dia meninggalkan pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Kamis (23.03.2025), pertemuan itu berlangsung mulai pukul 14.00.

Read More : Mutasi Polri, Kadiv Propam Irjen Syahar Diantono Jadi Kabaintelkam

Ditanya oleh media tentang diskusi pertemuan Satrio Somanto Brodjanegor, memilih keheningan dan pergi ke mobil.

Wakil Presiden Dewan Perwakilan Rakyat X, kemudian Hedin mengatakan bahwa ada banyak diskusi pada pertemuan tersebut. Secara khusus, diskusi tentang program efisiensi yang relevan (Tukin) yang melebihi dan relevan dengan masalah terbaru yang terkait dengan penulisan

“Diskusi sebelumnya tentang Pemerintah Senior Podiatova pada tahun 2025 sama dengan anggaran Tukin untuk membayar 2,5 triliun. Aturan 33.957 orang. Untuk kedua kalinya kami akan membayar Tukin.

Kemudian jelaskan bahwa masalah Satry Somanto Brodjanegor dan ASN telah diselesaikan dengan baik dan memiliki item rapat.

“Semuanya selesai. Menteri mengatakan tidak ada masalah, ada titik pertemuan,” katanya.

Read More : Ganjar: Bu Mega Rasanya Ingin PDIP di Luar Pemerintahan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Satryo Soemantri Brodjonegoro berpartisipasi dalam Komisi Dewan Perwakilan Rakyat sekitar 13,40 WIB dengan karyawannya. Dalam kesalahan pada pertemuan Presiden Dewan Perwakilan Rakyat X Hetifah Sjaifudian

Ditulis dari depan Dewan Perwakilan Rakyat. Komisi nomor X, operasi di bawah pertemuan, “ditutup karena ada beberapa perjanjian kebijakan yang tidak dapat dibagikan kepada publik sebelum semuanya dibahas.”

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *