Subang, Beritasatu.com – Banjir akibat air pasang (high tide) meresahkan warga sekitar pesisir pantai Pantura Subang, Jawa Barat.
Read More : Perindo Desak Revisi Uu Pemilu: Pt 4 Persen Jadi Sorotan, Demi Kursi Dpr Atau Keadilan?
Hal ini sering dialami warga Dusun Mulyasari RT 22/06, Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Subang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, warga bersama Tim Gabungan Penanggulangan Bencana Daerah berupaya memperkuat bendungan sementara sepanjang 700 meter tersebut. Perkuatan ini dilakukan dengan menggunakan lumpur kantong sebagai material bendungan.
Langkah tersebut terpaksa dilakukan secara manual karena hingga saat ini belum ada upaya untuk membangun bendungan permanen. Menurut warga, sering terjadi banjir dari tempat ini. Selain itu, pendangkalan sungai-sungai kecil di sepanjang bantaran Desa Anggasari memperburuk kondisi pasang surut air laut di Pantura, Subang.
Warga berharap pemerintah segera membangun bendungan permanen untuk mencegah air banjir menjangkau lebih banyak pemukiman.
“Masyarakat memberikan pelayanan publik untuk membangun bendungan sementara untuk mengendalikan banjir rob yang sering terjadi, namun bendungan itu dibangun dengan tangan, kadang sering roboh lagi. Warga meminta pemerintah membangun bendungan secara permanen,” ujarnya. Dusun Mulyasari, Oshin kepada Beritasat.com.
Menurut Petugas Kesra Kecamatan Sukasari Sony Sonjaya, wilayah tersebut kerap dilanda banjir akibat air pasang. Selain itu, banjir terjadi akibat penyempitan dan pendangkalan beberapa sungai.
Read More : Trump Tak Lirik EBT, Ini Dampaknya pada Permintaan Baja, Tembaga, Nikel, dan Kobalt
“Hari ini kami sedang membangun atau melaksanakan pelayanan publik untuk membangun bendungan sementara atau meninggikan tepian secara manual dengan menggunakan lumpur. Jadi ada kemungkinan bocor atau pecah. Kami mohon kepada pemerintah kabupaten dan negara bagian untuk membantu atau membantu sungai-sungai yang saat ini menyempit dan dangkal, tolong normalkan,” kata Sony.
Sementara itu, banjir akibat gelombang pasang di Subang menyebabkan sebagian rumah warga masih terendam air meski warga sedang membangun tanggul pada Minggu (11/1/2025).