JAKARTA, BERITASATU.COM – Polisi telah memutuskan untuk menutup jembatan Jalan Sipinang Muara dari Jakarta Timur, Jalan Sipinang Muvara, yang umumnya digunakan sebagai masuknya pertengkaran. Jembatan di atas ditutup pada Selasa pagi (28/28/2025).

Read More : Polda Metro Jaya: Ada Sayatan di Leher Wanita Tanpa Kepala di Muara Baru

Penutupan jembatan di Cipinang Muwara dilakukan pada hari Senin (27/27/2025) dengan senjata tajam di perbatasan daerah Duren Savit dan Jatinegara setelah pertarungan antara warga sipil.

“Jadi ini adalah bentuk pencegahan sehingga pertarungan tidak akan terjadi lagi. Ketika kami pertama kali menutup akses ke jembatan yang digunakan secara teratur selama kesibukan,” kepala operasi polisi Metro Jakarta Timur merujuk pada AKBP Rachmat Echo.

Penutupan pintu masuk dilakukan pagi ini dengan menyambut pagar dan tiang besi. Menurut Eco, jembatan sering disalahgunakan oleh pertengkaran alih -alih memasuki penduduk yang ingin pergi ke pasar.

Echo mengatakan bahwa Jatinegara dapat beralih ke orang -orang yang ingin pergi ke pasar yang berlebihan melalui Jalan I Gusti Ngura Roy.

“Jalan akses ini digunakan secara teratur pada saat itu. Maddang lebih dari sekadar manfaatnya. Penduduk masih bisa melewati Jalan I Gusti Ngura Rai,” kata Echo.

Selain itu, penutupan jembatan adalah untuk menutup jembatan sebagai keputusan untuk memperkuat keselamatan dan ketertiban masyarakat.

Read More : KCIC Prediksi Penumpang Whoosh Naik 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2025

Echo menjelaskan bahwa polisi bekerja dengan pemerintah Kota Jakarta Timur dan TNI untuk mencegah pertengkaran di daerah setempat.

“Selain pemerintah kota Jakarta Timur, kami akan membahas lebih banyak upaya untuk menangani pertengkaran warga sehingga mereka diharapkan berkurang untuk menyingkirkan. Kami akan bekerja dengan perantara dan TNI untuk keselamatan,” jelas Echo.

Echo mengkonfirmasi bahwa partainya secara teratur berpatroli dan menunggu pertengkaran di wilayah Jakarta timur.

“Kami juga akan berpatroli rutinitas dari tempat -tempat yang lemah di daerah Jakarta Timur, Jatigara, Duren Savit dan Pulogadung. Pertengkaran selalu diberikan kepada anggota (peringatan) anggota untuk membantu (peringatan) anggota,” kata Echo.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *