London, Beritasatu.com – Serangan Israel ke Lebanon terus berlanjut meski ada kecaman global. Serangan ini memaksa sekitar 100.000 warga Lebanon mengungsi ke Suriah.

Read More : Komentar Positif Bangun Rasa Percaya Diri dan Jaga Mental Anak

“Jumlah warga yang melintasi perbatasan dari Lebanon ke Suriah untuk menghindari serangan udara Israel, baik warga Lebanon atau Suriah, mencapai 100.000 orang. Aliran pengungsi terus berlanjut,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi pada Senin (30/1). 09/2024) tanggal X, dilansir Antara.

Badan pengungsi PBB UNHCR sudah berada di empat titik penyeberangan perbatasan, katanya. UNHCR bekerja sama dengan @SYRedCrescent dan otoritas setempat untuk menyambut kedatangan pengungsi.

Israel telah mengebom markas Hizbullah di Lebanon sejak 23 September 2024. Israel melakukan serangan udara besar-besaran yang menewaskan lebih dari 900 orang. Kementerian Kesehatan Lebanon juga mengatakan lebih dari 2.700 orang terluka.

Beberapa pemimpin Hizbullah tewas dalam serangan udara Israel. Salah satunya adalah Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah yang tewas dalam serangan udara Israel di Beirut pada Jumat (27 September 2025).

Read More : Dibuka Prabowo, Rapimnas Gerindra Bakal Ambil Keputusan Penting

Israel terlibat perang dengan Hizbullah di saat Israel masih menyerang Gaza. Israel telah menyebabkan kematian lebih dari 41.600 orang di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Parahnya lagi, sebagian besar korban tewas adalah anak-anak dan perempuan.

Dunia bereaksi keras terhadap serangan Israel. Israel telah berulang kali diperingatkan bahwa tindakannya dapat memicu perang regional yang lebih luas di Timur Tengah.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *