Jakarta, Beritasatu.com – Sedikitnya 30 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam serangan Israel di kamp pengungsi di Rafah, selatan Gaza, pada Minggu (26/5/2024). Serangan itu terjadi di dekat pusat logistik Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) di Tal al-Sultan.
Read More : Ramalan Nostradamus Balkan Baba Vanga Bikin Ketar-ketir Warga London
Serangan Israel dengan roket dan bom berbobot sekitar 907 kilogram menghantam beberapa tenda.
Sebelumnya, pasukan sipil Gaza mengatakan mereka telah membebaskan 50 orang, termasuk mereka yang tewas atau terluka dalam serangan itu. Daerah ini diperkirakan dapat menampung 100.000 pengungsi.
Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, ambulans membawa korban luka ke fasilitas medis terdekat. Akibat penyerangan tersebut terjadilah kebakaran yang masih berkobar hingga saat ini.
“Kami menyelamatkan banyak anak-anak yang terluka dalam serangan Israel, termasuk seorang anak yang kehilangan kepala dan anak-anak yang tubuhnya terluka,” kata seorang paramedis Palestina kepada Anadolu.
“Pembantaian di Rafah adalah pernyataan jelas kepada Mahkamah Internasional (ICJ) dan komunitas internasional bahwa mereka terus menyerang warga sipil di Gaza,” kata kantor tersebut.
Militer Israel awalnya mengakui kamp Rafah sebagai tempat berlindung yang aman dan memaksa para pengungsi untuk pergi.
Read More : Tewas Kecelakaan Pesawat, Saulos Chilima Jadi Kandidat Capres di Pemilu Malawi 2025
Israel telah membunuh sekitar 36.000 warga Palestina dan menyebabkan sekitar 1.200 orang tewas di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.
Serangan militer Israel telah menghancurkan sebagian besar dari 2,3 juta penduduk negara itu, menyebabkan sebagian besar warga sipil kehilangan tempat tinggal dan kelaparan.
Serangan ini dilakukan meski ICJ mengeluarkan pernyataan yang memerintahkan Israel menghentikan serangannya ke Rafah.
Rafah, rumah bagi lebih dari satu juta warga Palestina, diserang oleh pasukan Israel pada 6 Mei.