Kyiv, Beritasatu.com – Rusia melancarkan serangan besar-besaran pada Senin (7/7/2024) dengan meluncurkan puluhan rudal ke kota-kota di seluruh Ukraina. Serangan itu menewaskan sedikitnya 20 orang dan menghancurkan sebuah rumah sakit anak-anak di ibu kota, Kyiv.

Read More : Efisiensi Anggaran BMKG Ancam Ketahanan dan Target Swasembada Pangan Indonesia

Serangan siang hari Rusia terjadi ketika Presiden Volodymyr Zelensky dijadwalkan berada di Warsawa, Polandia, sebelum terbang ke pertemuan puncak NATO di Washington.

Ledakan terdengar dan asap hitam terlihat mengepul dari pusat kota Kyiv.

Foto-foto yang dibagikan oleh para pejabat di fasilitas medis anak-anak di Kyiv menunjukkan orang-orang menggali tumpukan puing, asap hitam mengepul dari bangunan yang hancur, dan staf medis dengan pakaian berlumuran darah.

“Teroris Rusia kembali menyerang Ukraina secara besar-besaran dengan rudal.” Berbagai kota: Kiev, Dnieper, Kryvyi Rih, Slavyansk, Kramatorsk,” kata Zelensky.

“Lebih dari 40 rudal dari berbagai jenis.” Bangunan tempat tinggal, infrastruktur dan rumah sakit anak rusak,” tulisnya di jejaring sosial.

Pemerintah kota sebelumnya mengumumkan bahwa sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan yang melanda Kyiv.

Pasukan Rusia telah berulang kali menargetkan ibu kota dengan serangan besar sejak Moskow menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Serangan drone dan rudal besar terakhir di Kiev terjadi bulan lalu.

Read More : Shin Tae-yong Belum Tanda Tangan Surat Pemecatan dari PSSI

Di Kryvyi Rih, kampung halaman Zelenskiy, serangan Rusia menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai lebih dari 30 orang, kata wali kota.

“Di Dnieper, sebuah gedung tinggi dan sebuah perusahaan rusak. Stasiun layanan rusak. Ada korban luka-luka,” tambah Gubernur Dnipropetrovsk Sergey Lysak.

Di wilayah timur Donetsk, pasukan Rusia telah merebut sejumlah desa dalam beberapa pekan terakhir. Gubernur regional mengatakan tiga orang tewas di Pokrovsk, sebuah kota berpenduduk sekitar 60.000 orang.

Kremlin tidak segera mengomentari serangan tersebut, namun menegaskan bahwa pasukannya tidak menargetkan infrastruktur sipil.

Zelensky dan pejabat lain di Kiev mendesak sekutu Ukraina untuk mengirim lebih banyak sistem pertahanan udara, termasuk Patriot, ke negara yang dilanda perang itu untuk membantu menangkis serangan udara mematikan Rusia. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *