Jakarta, Beritasatu.com – Zulkifli Hasan, mantan Menteri Perdagangan (Mendag) yang menjabat Menteri Koordinator Pangan (Menko), menyerahkan jabatannya kepada Menteri Perdagangan baru, Budi Santoso.

Read More : Topan Yagi Hantam Filipina, 11 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor

Zuhas bercerita tentang Budi Santoso, birokrat karier di Kementerian Perdagangan (Kenendag), yang menjadi Menteri Perdagangan. Zulias Budi mengaku, terpilihnya Santoso, Prabowo sebagai Menteri Perdagangan, atas rekomendasinya.

“Memang masing-masing kita usulkan nama. Saya di Kementerian Perdagangan dan lihat banyak gambarnya. Ternyata tidak ada, jadi ‘Saya usulkan birokrat karir untuk presiden berikutnya,'” ujarnya, Senin. (21 Oktober) di Jakarta.

Pak Zulhas mengucapkan selamat kepada Pak Budi sebagai Menteri Perdagangan yang baru. “Memang hari ini acara pelantikan Kabinet Merah Putih berakhir pada pukul 11.30. Saya sudah sampaikan kepada Park Budi bahwa saya akan datang ke kantor pengantaran, tapi saya tidak mau kantornya kosong, jadi saya akan tanya langsung ke dia. pergi,” jelasnya.

Secara khusus, Pak Zuhas juga merasa bangga dengan sejarah baru Kementerian Perdagangan, yaitu kunjungan pertama seorang menteri ke birokrat karir.

Oleh karena itu saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pak Pak Budi, Menteri Dalam Negeri Kementerian Perdagangan. Jadi tidak perlu khawatir.

Di saat yang sama, Budi Santoso mengaku senang dengan terpilihnya Prabowo sebagai Menteri Perdagangan. Bahkan saat dia mengambil alih kendali, dia berbicara dengan suara gemetar, menahan air mata haru.

Read More : Kandidat Capres AS hingga Profesor Filsafat Ikut Aksi Protes Netanyahu

“Saya tidak bisa berkata-kata untuk menggambarkannya, tapi saya gembira. Ini adalah hari yang bersejarah bagi kita semua. Ini pertama kalinya saya dipercaya menduduki posisi Menteri Perdagangan. Suatu kehormatan dan juga sebuah kebanggaan.” kita semua, bukan hanya saya saja, yang sudah berhasil menjalankan tugas ini harusnya bisa lolos,” jelasnya.

Pak Budi menguraikan tiga program prioritas yang akan dipimpin Kementerian Perdagangan, antara lain mengamankan pasar dalam negeri, memperluas pasar ekspor, dan meningkatkan kapasitas ekspor UMKM.

“Nanti kita buatkan programnya, karena ketiga software itu ada di Kementerian Perdagangan. Semuanya membantu. Program ini pasti kompatibel dengan program tersebut,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *