Jakarta, Beritasatu.com – Bawang putih sebenarnya bisa menjadi senjata rahasia untuk mengendalikan gula dan kolesterol. Kemampuan ini sama efektifnya dengan mitos dalam film Hollywood yang dapat mengendalikan vampir.

Read More : Momen Luna Maya Peringati HUT Ke-79 RI dari Atas Gunung Prau Dieng

The Quoted Science Times, Sabtu (29/29/2024), bawang putih cincang, ditabur atau diisi minyak, secara teratur ditambahkan bawang putih ke program diet, yang sangat efektif dalam mempertahankan gula darah dan kolesterol.

Ini didasarkan pada meta -analisis 22 studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Universitas Tenggara dan Universitas Xizang Minzu di Cina. Studi ini mengatakan bahwa konsumsi bawang putih telah terbukti memiliki hubungan yang kuat dengan kadar glukosa dan beberapa jenis molekul lemak yang lebih rendah.

Ini, glukosa dan lipid adalah nutrisi terpenting bagi tubuh yang menyediakan energi dan dasar untuk blok bangunan yang berbeda.  “Pada orang sehat, metabolisme glukosa dan lipid diatur secara wajar,” tulis para peneliti dalam dokumen yang diterbitkan.

“Gangguan glukosa dan lipid metabolik dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis, termasuk aterosklerosis, diabetes dan lensa berlemak,” tulis penelitian.

Sementara itu, bawang putih telah lama dikaitkan dengan kesehatan yang baik. Selain itu, bawang putih dalam penelitian terpisah juga sering dikaitkan dengan aturan lipid dan kadar glukosa.

Dari penelitian keseluruhan, tim peneliti mengkonfirmasi efek positif dari bawang putih. Orang yang memasukkan bawang putih dalam makanan mereka memiliki kadar gula darah yang lebih rendah, indikator yang lebih baik dari kontrol glukosa jangka panjang dan memiliki lebih banyak kolesterol “baik” dalam bentuk lipoprotein kepadatan tinggi (HDL). Selain itu, mereka juga memiliki lebih sedikit kolesterol “buruk” atau lipoprotein kepadatan rendah (LDL) dan kolesterol total yang lebih rendah.

Read More : Ritassya Wellgreat Ungkap Statusnya dengan Teuku Ryan

Menariknya, konsumsi bawang putih tidak mempengaruhi kadar trigliserida.

Sementara The Science Times mengatakan penelitian ini sebenarnya tidak cukup luas untuk membuktikan penyebab dan efek konsumsi bawang putih. Hanya bahwa penemuan menunjukkan bahwa ramuan konvensional dapat menjadi cara yang sangat baik untuk menangani kadar glukosa dan lipid.

“Hasilnya menunjukkan bahwa bawang putih memiliki efek menguntungkan pada glukosa darah dan lipid darah pada manusia, dan hubungan ini secara statistik signifikan,” tulis para peneliti.

Ketika datang ke mengapa hubungan ini ada, diperkirakan bahwa berbagai zat aktif dalam bawang putih dapat mengurangi stres oksidatif atau jenis keausan yang dapat menyebabkan masalah, seperti penyakit jantung -pembuluh. Selain bawang putih, ia juga mengandung senyawa antioksidan yang disebut allin, yang sebelumnya dikaitkan dengan pengobatan glukosa darah, lipid darah dan mikrobioma usus.  “(Studi ini) memberikan ide -ide baru untuk pengembangan produk alami terhadap penyakit yang terkait dengan metabolisme glikolipid,” tulis para peneliti.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *