Jakarta, Beritasatu.com – Setelah 20 tahun bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo diberhentikan sebagai kader partai pada 16 Desember 2024. Hal itu disampaikan Komarudin Watubun selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP (DPP). untuk Kehormatan Pesta.
Read More : Kuasa Hukum Ungkap Perjanjian Pisah Harta Harvey Moeis-Sandra Dewi
Melalui pengumuman tersebut, Komarudin menyebut 27 pengurus partai termasuk Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution diberhentikan. Hal ini memutus hubungan Jokowi dan PDIP yang telah berjalan beriringan sejak pemilihan Wali Kota Surakarta hingga pemilihan presiden.
Berikut prestasi Jokowi di PDIP selama 20 tahun terakhir
Karir politik Jokowi dimulai saat ia bergabung dengan keluarga PDIP pada tahun 2004. Sebelumnya ia adalah pemilik bisnis furnitur yang sukses. Pada tahun 2005, PDIP mencalonkan Jokowi dan Hadi Rudyatmo sebagai calon walikota dan wakil walikota Surakarta. Pasangan ini menang dan menjadi pemimpin Surakarta periode 2004 hingga 2009.
Terpilihnya Jokowi sebagai Wali Kota membawa perubahan pesat bagi Surakarta. Cara kepemimpinan dan komunikasinya yang unik membuat Jokowi menjadi bahan kajian banyak mahasiswa. Inovasi yang dihadirkan Jokowi seperti bus Batik Solo Trans, pembaharuan kawasan Slamet Riyadi dan Ngarsopuro, serta Solo menjadi tuan rumah berbagai event internasional.
Keberhasilan Jokowi memerintah Surakarta tercermin pada pilkada periode kedua yang berhasil meraup lebih dari 90 persen suara dibandingkan pilkada sebelumnya yang hanya sekitar 36,62 persen suara. Pamor Jokowi di mata masyarakat meningkat drastis
Di tengah masa jabatannya sebagai Wali Kota Surakarta untuk periode kedua, PDIP memboyong Jokowi ke Jakarta untuk mengikuti Pilkada Jakarta 2012. Ia berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, politikus Partai Gerakan Indonesia Raya. (Gerindra).
Meski merupakan calon gubernur asing, namun pamor Jokowi di Jakarta sudah cukup mengantarkannya menduduki kursi pertama di Jakarta. Meski berasal dari luar daerah, popularitas kepemimpinan Jokowi selalu dicap berpihak pada rakyat kecil, sehingga memberinya dukungan luas di kalangan warga Jakarta.
Duet Jokowi dan Ahok kemudian berhasil memenangkan Pilkada Jakarta dalam dua putaran. Keduanya banyak melakukan perkembangan dan peraturan yang sangat disambut baik oleh masyarakat
Dengan popularitasnya mulai dari Wali Kota Surakarta hingga Gubernur Jakarta, PDIP yakin akan menunjuk Jokowi sebagai calon presidennya pada periode 2014 hingga 2019. Jokowi didampingi Jusuf Kalla yang merupakan wakil presiden ke-10.
Read More : Prabowo: Usia 73 Tahun, Saya Hanya Ingin Tinggalkan Nama Baik
Keduanya bersaing ketat dengan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Masih dengan taktik dan gaya politik yang sama seperti pilkada yang dijalaninya, Jokowi berhasil mengalahkan Prabowo. Berbagai kebijakan dan pembangunan infrastruktur dilakukan pada masa pemerintahan Jokowi dan JK.
Pada Pilpres periode 2019 hingga 2024, Jokowi kembali mencalonkan diri dengan menjadikan Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya. Prabowo pun kembali berkompetisi dengan mengundang Sandiaga Uno sebagai wakilnya. Jokowi dan Ma’ruf kembali memenangkan pemilu presiden kali ini. Pada periode kedua Jokowi, Prabowo bergabung dengan pemerintahan dengan menjadi menteri pertahanan. Perpecahan antara Jokowi dan PDIP
Di penghujung masa jabatannya, Jokowi mulai mendukung Prabowo untuk maju kembali pada Pilpres 2024. Beberapa kali terlihat Jokowi menjodohkan Prabowo dengan Ganjar Pranowo. Namun rencana mempertemukan Prabowo dan Ganjar diketahui gagal.
Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Jokowi ingin mengubah undang-undang masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Namun PDIP tak menyambut positif rencana tersebut.
Setelah gagal menandingi Prabowo dan Ganjar, nama Gibran Rakabuming Raka kemudian muncul di bursa Pilpres 2024. menjadi 40 tahun. Namun ada seorang mahasiswa yang menggugat aturan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Setelah melalui proses yang sangat ketat, Mahkamah Konstitusi memutuskan seseorang dapat mencalonkan diri sebagai calon presiden dan wakil presiden di bawah usia 40 tahun sepanjang ia pernah menjabat atau sedang menjabat sebagai pemimpin daerah.
Oleh karena itu, Gibran kemudian mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2024. Selain itu, secara tidak langsung Jokowi juga mendukung Prabowo dan Gibran. Jokowi dan PDIP kemudian berpisah jalan di Pilpres 2024.
Pada 16 Desember 2024, Jokowi kemudian resmi diberhentikan sebagai kader PDIP. Kini Jokowi berstatus independen dan belum bergabung dengan partai mana pun.