JAKARTA, BERITASATU.COM – Kelompok pos Sukatan akhirnya meminta maaf setelah lagu mereka “Pay Pay menjadi virus” dan diyakini melecehkan petugas polisi. Mereka segera menghapus sebuah lagu setelah konfrontasi yang dianggap sebagai kekacauan sosial dan meminta publik untuk tidak mendengarnya dan menghapus isinya yang menggunakan lagu tersebut.

Read More : Bantah Jadi Pengacara Lolly, Razman Arif Nasution Sebut Belum Terima Surat Kuasa

“Dengan melakukan itu, saya mendesak semua pelanggan media sosial yang sudah memiliki kompensasi lagu kami untuk segera menghapus dan menghapus semua video menggunakan lagu ini.” – Kata Muhammad Syifa al Lutfi, juru bicara Sukatani Band.

Pada saat yang sama, atas nama Alectroogu, pria itu juga meminta maaf kepada kepala polisi Listyo Sigit Prabowo karena fakta bahwa agen polisi mengira ia akan terluka.

Dia menambahkan: โ€œKami meminta maaf kepada kepala polisi nasional dan semua anggota polisi nasional. Lagu kami berjudul “The Salary Fund”, yang ada di virus di berbagai platform media sosial. “

Gitaris juga menjelaskan bahwa lagu itu sebenarnya merupakan proposal untuk petugas polisi yang melanggar aturan. Namun, setelah memahami dampaknya, band Sukatan memutuskan untuk menginspirasi mereka ke dalam sirkulasi.

Read More : Dukung Pelaku Industri Kopi Lokal, Bank Mandiri Kembali Gelar Jakarta Coffee Week 2024

โ€œKami tahu risiko yang mungkin timbul di masa depan dan ini bukan lagi tanggung jawab kami. Kita perlu menembak lagu berbayar yang perlu dihapus dari media sosial, โ€katanya.

Dia mengklaim bahwa pernyataan itu tidak ditekankan atau dipaksakan. “Kami telah secara sukarela membuat pernyataan ini tanpa paksaan,” kata perwakilan band Sukatan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *