Ketika pantai Kundangmarak digeledah di Jawa Timur, dua nelayan dari Lombak Timur ketika dia mencari ikan di Jawa Timur.

Read More : Bahaya Kurang Seks: Stres, Depresi, hingga Risiko Kematian

Empat nelayan, Sulpa Komandani (22) dan Mujumaron (44) adalah kepala hubungan masyarakat dalam hubungan masyarakat.

Ketika para nelayan tiba di air, nelayan mulai panah menggunakan panah. Namun, pada 24.00 vib, cuaca menjadi mengganggu, angin kencang dan ombak kencang.

“Pancing macet pada waktu itu. Dua korban memasuki air dan dengan cepat tiba di bawah laut,” kataku. “

Dua nelayan, Sitiman dan kakinya hilang. Sulta dan Mujmann memiliki perjanjian dengan perahu dan hidup. Sekitar 3:30 dan 3:30 dan 3:30 dan 3:30, Mujaman Suparan bangkit dari laut dan mencoba menyelamatkannya. Namun, Surveman ada dalam hidupnya ketika dia berhasil membesarkan bocah itu.

Kedua nelayan itu melarikan diri, dan kemudian insiden itu dilaporkan di wilayah utama SecondGGG.

Read More : Pramono Janji Beri Hibah dan Pelatihan Kerja bagi Disabilitas

Raise adalah laporan kepada Malg Police Sathpolasorad, Angkatan Laut, Sir Soon. Mayat Sahnan berjarak satu kilometer dari desa desa Bando.

Diterbitkan dengan gelombang nelayan dengan bebas, Ack P Bumbang akan tahu lebih banyak jika semua nelayan pergi ke laut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *