Jakarta, Beritasatu.com – Kondisi laut Teluk Labuan, Pandeglang, Banten kembali berubah. Pantai yang viral di internet karena dibersihkan oleh organisasi lingkungan hidup, Kelompok Pandawa dan masyarakat, telah kembali seperti semula.
Read More : Kasus Kematian Afif Maulana di Padang, Kapolda Sumbar Dilaporkan ke Propam Polri
Diketahui, keberadaan pantai Teluk Labuan pertama kali diungkap oleh Grup Pandawa melalui videonya di media sosial. Mereka khawatir dengan keadaan laut yang penuh sampah.
Saking banyaknya sampahnya, netizen pun dengan cepat menyebut pantai tersebut sebagai pantai paling kotor di Indonesia. Situasi tersebut membuat kelompok Pandawa dan masyarakat melakukan pembersihan sampah di pantai Labuan pada Selasa, 22 Mei 2023.
Laut kembali bersih dan membuat warga sekitar senang. Sayangnya, setelah hampir setahun melakukan perbuatan baik tersebut, laporan dari seorang netizen pengguna media sosial X kini memberitakan keadaan berbeda.
“Masih ingat dengan pantai kotor di Indonesia yang dulu sempat tertular dan dibersihkan oleh Pandawara Group dan warga sekitar? Iya, beginilah keadaannya sekarang,” lapor pemilik akun X @namdoyan.
Dalam unggahannya, ia menghadirkan tiga foto dan satu video. Dari foto dan video terlihat sampah mulai menutupi tepian Teluk Labuan. Bahkan, sampah hampir menutupi seluruh area pantai.
Plastik terbawa ombak dan potongan pakaian berserakan di sepanjang pantai, sedangkan air laut terlihat terbawa arus dan tercemar oleh sampah tersebut.
Situasinya tidak terlihat bagus. Bedanya, masyarakat di kawasan ini terkesan membiarkan sampah menutupi kawasan pantai.
Pemilik akun X @namdoyan menduga hal itu terjadi karena sampahnya tidak berbau seperti tumpukan sampah di tempat lain.
Read More : Puncak Arus Mudik Nataru di Bandara Soekarno-Hatta pada 20 Desember 2024
“Mungkin ini juga yang menyebabkan Akamsi tidak membersihkan sampahnya, saya kira kalau bau pasti mengganggu mereka,” jelasnya.
Situasi pantai tersebut pun dengan cepat menarik perhatian netizen. Hanya pendapat mereka saja yang berbeda. Ada pula yang mengkritisi cara masyarakat setempat membuang sampah sembarangan dan mencemari laut.
Ada yang menganalisis sampah tersebut dan menduga hal itu bukan disebabkan oleh ulah masyarakat setempat. Diduga limbah tersebut berasal dari kawasan Kepulauan Seribu dekat Pandeglong.
“Sampah-sampah yang ada di pantai sepertinya dibuang ke laut, sehingga tidak ada warga yang membuang sampah di sana. Oleh karena itu, meski pantai rutin dibersihkan, setiap kali hujan sampah akan dibawa lagi ke pantai,” komentarnya. pemilik akun X @namakuai** *.
Ini mungkin juga puing-puing dari Kepulauan Seribu. Pasalnya, warga Kepulauan Seribu terkendala pengolahan sampah. Pernahkah kalian mendengar bagaimana para pemerhati lingkungan membuang sampah di Kepulauan Seribu dengan cara mengirimkan sampah menggunakan perahu dari pulau kecil ke pulau besar, tulis pemilik akun X @JangjoIndone***.