Tangerang, Beritasatu.com – Departemen Maritim dan Memancing (KKP) akan terus menghapus pagar laut lagi di perairan Kabupaten Banten Tangerang, yang sejauh ini tetap menjadi masalah nelayan. Pembongkaran harus dimulai lagi pada hari Rabu (16/04/2025).
Read More : Petugas Damkar Spanyol Sebut Diogo Jota Meninggal di Dalam Mobil
Manajer umum Pung Nugroho Sakssono, sumber daya maritim dan sumber daya penangkapan ikan (PSDKP), mengatakan proses pembongkaran terganggu selama Ramadhan karena pembatasan staf dikenakan puasa.
“Rencana pada hari Rabu akan sekali lagi menghapus pagar laut,” kata Pung Nugroho pada hari Minggu (13/04/2025).
Menurut Nugroho, salah satu hambatan untuk pemindahan adalah cerucuk bambu, yang pada kedalaman dua hingga tiga meter di bagian bawah, memperumit proses pencabutan secara manual oleh petugas lapangan.
Sebelumnya, pagar laut yang dibangun oleh bilah bambu di empat poin di utara Tandron, yaitu, Manson, Kohod, Kemiri dan desa -desa yang jauh telah mulai dihancurkan oleh KKP dan Angkatan Laut Indonesia. Namun, para nelayan mengatakan pembongkaran itu belum dilakukan secara menyeluruh.
Makdis Adhari, seorang nelayan dari desa Muncun, mengungkapkan bahwa sekitar 10 kilometer pagar laut masih terhalang di dasar laut dan mengganggu kegiatan para nelayan di laut.
Read More : AVC Challenge Cup 2024: Tim Voli Putra Indonesia Tundukkan Taiwan
“Bagian atas telah dicabut, tetapi masih ada banyak anak di bagian bawah. Ini menyakiti target dan baling -baling kapal kami,” kata Makdis.
Menurutnya, pagar laut belum sepenuhnya bersih karena hilangnya nelayan, terutama yang menggunakan alat penangkapan ikan tradisional. Bambu yang tersembunyi di bawah permukaan laut memiliki potensi untuk merebut jala dan merusak baling -baling kapal.
Markdis mengatakan dia mengganti baling -baling kapal dua kali karena dia diblokir oleh blok bambu. Dia berharap untuk menghapus pagar laut Tangerang sampai mereka benar -benar bersih dan memberikan bantuan kompensasi kepada para nelayan yang rusak.