Enrekang, Beritasatu.com – Jalur Trans Sulawesi Tengah yang terputus akibat longsor dan pohon tumbang akhirnya bisa dilalui kendaraan.
Read More : Gerebek Kampung Narkoba di Jember, Polisi Tangkap Pasutri dan 4 Tersangka
Jalur tersebut menghubungkan Kabupaten Pinrang-Sidrap-Tana Toraja dan Toraja Utara di Riso, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Pantauan di lokasi kejadian, ratusan pengemudi yang terjebak kemacetan selama berjam-jam mampu melewati dua unit alat berat lagi dan beberapa unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membersihkan peralatan yang berlumpur tersebut.
Namun beberapa pengemudi saling berebut jalur, sehingga membuat petugas keamanan di tempat kejadian kewalahan.
Aksi perampasan jalur tersebut hanya berlangsung singkat, aparat gabungan Tani-Falri langsung turun tangan mengatur lalu lintas, sehingga perampasan jalur oleh pengemudi dan kendaraan roda dua dapat diperjelas.
Plt Bupati Enrekang, Haji Baba di tempat ini menjelaskan, titik longsor terparah ada di dua titik yakni Bamba dan Riso. Sementara itu, kedua titik tersebut berhasil dibersihkan setelah aparat gabungan dan alat berat dikerahkan.
Read More : Nilai Tukar Rupiah Menguat 97 Poin pada Rabu 25 September 2024
Longsor terjadi akibat hujan lebat yang terjadi sejak kemarin hingga hari ini, yang parah di sini karena ruas yang menghubungkan Enrekang dengan Pinrang dan Sidrap jadi kami konsentrasi di sini, alhamdulillah kendaraan sekarang sudah bisa lewat, kata Sabtu (23/12). 4). /5/2024).
Selain jalur Trans Sulawesi, beberapa ruas jalan yang menghubungkan desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Enrekang terhambat longsor bahkan menyebabkan ribuan warga terisolir.
“Tadi pagi ada pohon tumbang di kawasan Kulinjang dan alhamdulillah bisa ditangani,” ujarnya.