JAKARTA, BERITASAT.COM – Pelatih Stefano Cugurra, alias Teco, mengungkapkan bahwa entri Kadek Agung dan Muhammad Rahmat memimpin timnya untuk memenangkan tanah setelah ditinggalkan di Padang vs Sperma. Bali United, Senin (1/20/2025).

Read More : Rekonstruksi Percobaan Bunuh Diri Sekeluarga di Kediri, Terungkap Pasutri Oplos Susu dengan Racun Tikus

Dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Agus Salim Padang, Bali United ditinggalkan setelah gerbang mereka kesal oleh Alhasam Wakaso pada menit ke -24. Biji Padang dimainkan dengan 10 orang dari 32 menit karena Juliansah memenangkan kartu merah.

Kemudian Bali United termasuk Agung Kasek menggantikan Sidika Saimima dan Muhammad Rahmat, menggantikan Rahmat Arjuna di awal babak kedua. Keberadaan Kadek dan Rahmata benar -benar mengubah permainan pengunjung.

Kemudian mereka memimpin kembali dan bahkan memenangkan 5-1 tanah longsor atas aksi sperma Padang vs Bali United. Gol Bali United mencetak mbarga pribadi dalam menit ke -46 dan 62, Kara Boris Kovitovic dan Muhammad Rahmat (57 dan 90).

Teco mengakui bahwa Rahmat dan Kasek membantu tim dan bahkan memenangkan kemenangan kesembilan musim ini. Setelah pertandingan, Stefano Cugurra juga menjelaskan situasi timnya. 

“Kami setuju di babak pertama dan para pemain berhasil menjaga antusiasme kami, berkonsentrasi dan bekerja keras di lapangan. Dengan jatuh di babak kedua, kami mencoba mengganti para pemain dengan Kadek Agung dan Rahmat. Pertandingan,” kata pelatih Brasil setelah pertandingan spermad vs Bali dengan United.   

Read More : Gunung Ibu Erupsi Kamis Pagi Ini, Lontarkan Abu Vulkanik 400 Meter

Baca juga: Diorganisasikan oleh 21-26. Januari, ini adalah level dan harga master Indonesia 2025 

Sementara pelatih Sperma Padang Eduardo Almeida mengakui itu adalah pertandingan yang sulit dan sangat sulit. Kekalahan di acara sperma Padang vs Bali United berarti bahwa tim Kabau Sirh tidak pernah memenangkan pertandingan dalam enam pertandingan terakhir dengan Bali United dalam kasta tertinggi sepak bola negara itu. 

Hasil negatif pada saat yang sama memperpanjang rekor buruk tim Minang Ranah, yang juga tidak pernah menang di Stadion Agus Salim selama musim LIGE 1 2024/25.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *