Jakarta, Beritasatu.com – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), perusahaan energi terbarukan milik CEO Brajoko Bangest, saat ini sedang fokus mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi dan angin energi baru terbarukan (EBT). Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa BREN akan berekspansi ke sumber EBT lain seperti pembangkit listrik tenaga surya.
Read More : Tsunami Barang Impor Bisa Matikan Industri Lokal
“Saat ini konsentrasi kita pembangkitan panas bumi, kemudian ditambah angin. Kita akan melihat ekspansi atau pengembangan bisnis pembangkit listrik tenaga air atau surya, tentu jawabannya, belum ada rencana ke arah itu, tapi pastinya tidak bisa. dikesampingkan. peluang” kata Direktur Utama BREN Hendra Tan. Publik Online dalam Manifestasi, Kamis (24/10/2024).
Perluasan bisnis pembangkit listrik tenaga surya akan sangat bergantung pada visibilitas proyek, katanya. Selain itu, potensi dari aset-aset tersebut adalah untuk meningkatkan kapasitas perusahaan, khususnya dengan menambahkan energi terbarukan untuk membantu pemerintah dalam rencana transisinya.
BREN saat ini memiliki aset di sektor EBT yaitu PT Star Energy Geothermal di sektor panas bumi dan PT Barito Wind Energy di sektor energi angin.
Hendra juga menjelaskan, perseroan mempunyai ambisi besar untuk menghasilkan listrik sebesar 2.439 megawatt (MW) dari panas bumi. “Mulai saat ini hingga tahun 2026, kami akan meningkatkan kapasitas di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTG) Salak, PLTG Wayang Hindu, dan PLTG Derajat dengan melakukan renovasi, peningkatan, dan pembangunan unit baru,” ujarnya.
Pada tahun 2027 hingga 2032, BREN akan mengembangkan aset yang sedang dieksplorasi, ujarnya. “Dari segi sumber daya, kami perkirakan pada base case, panas bumi bisa bertambah 1.784 MW. Upside-nya bisa bertambah 2.439 MW,” tambah Hendra.
Read More : Harga Emas Turun karena Ada Harapan Gencatan Senjata
Sedangkan untuk pembangkit listrik tenaga angin, BREN menargetkan penambahan 69 MW dari pembangkit listrik Sitrap menjadi 2.249 MW sehingga kapasitas BREN Biotech menjadi 397 MW pada tahun 2030.
Sebagai informasi, BREN mengakuisisi lima perusahaan sekaligus melalui anak usahanya PT Barito Wind Energy (Barito Wind). Kelima perusahaan tersebut adalah PT UPC Sidrap Bio Energy Tahap II (SiDrop 2), PT UPC Sukabumi Bio Energy, PT UPC East Lombok Bio Energy, PT UPC Sidrap Bio Energy (SiDrop 1), dan PT UPC Operation and Maintenance Indonesia (OMI).