JAKARTA, BERITASEATU.COM – Indonesia Mall Association (Hippind) menganggap bahwa tekanan tertinggi di sektor ritel nasional saat ini lebih disebabkan oleh masalah domestik daripada dinamika ekonomi global.
Read More : Dituduh Oplas pada Bagian Wajah, Wika Salim: Ketok Magic
Presiden Hippindo Budhardjo Iduansjah mengatakan tiga faktor utama yang membawa aktor bisnis ritel, yaitu melemahnya daya beli masyarakat, peraturan yang tidak setia dan meningkatkan aset impor ilegal.
Meskipun kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump juga memiliki dampak global, Budhardjo menekankan bahwa tantangan domestik memiliki pengaruh yang lebih langsung dan nyata.
Dia juga menekankan kecenderungan untuk melemahkan konsumsi publik yang menjadi lebih terlihat, terutama selama periode 2025, yang biasanya merupakan momentum untuk meningkatkan pergantian.
“Kami melihat bahwa tren konsumsi masyarakat telah mengalami pelemahan yang signifikan. Ini jelas terlihat dari stagnasi penjualan selama Idul Fitri 2025
Pengusaha ritel Hipindo mengusulkan beberapa langkah strategis yang dapat diambil oleh pemerintah, seperti memberikan stimulasi konsumsi melalui bantuan langsung atau insentif pajak, percepatan lisensi dan impor resmi, serta saham perusahaan dalam barang ilegal yang mengganggu harga pasar.
Read More : Prakiraan Cuaca Senin 20 Mei 2024: Jakarta Cerah Berawan, Bogor Hujan
“Kami percaya situasi ini masih dapat ditingkatkan jika pemerintah mengambil langkah strategis dan sensitif,” tambahnya.
Sementara itu, data dari Badan Statistik Pusat menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025 masih di bawah 5%. Saat ini, pemerintah mempromosikan konsumsi domestik dalam upaya untuk membalikkan tren, tetapi aktor bisnis ritel berharap kebijakan tersebut disertai dengan tindakan spesifik di pedesaan.