Jakarta, Beritasatu.com – Minister of Primary School and Higher Education (Mendikordenmen) Abdul Mu’ti stated that people’s schools needed so many 60,000 teachers or teacher staff.
Read More : KPK Segera Periksa Pihak yang Punya Kaitan dengan Dugaan Kasus Korupsi CSR BI
“Di masa lalu, 60.000 guru,” kata Mu’tzi Pabowo Subiantano setelah pertemuan terbatas, Presiden Palace, Jakarta, Senin (10/34/2012).
Abdul Mu ‘mengatakan pemerintah masih berbicara tentang skema kepatuhan guru, distribusi guru yang telah mempekerjakan atau membuka guru baru. Menurutnya, prosesnya masih cukup lama.
“Ya, maka kami menemukan skema nanti. Dengan berbagi guru kemudian atau pengadaan baru,” kata Abdul Mu. “
Abdul Mu ‘mengatakan dua bentuk silabus yang disiapkan untuk sekolah.
Pertama, disutradarai oleh kurikulum sekolah Garuda atau tingkat sekolah menengah sekolah. Sekolah ini sedang mempersiapkan pendidikan tinggi, sains dan menteri teknologi (Kemendicti).
Kedua, kurikulum yang dibuat di sekolah dasar dan menengah saat ini.
Read More : Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus 109 Ton Emas, Ini Identitasnya
“Jika sekolah berada di atas standar internasional, sekolah tinggi Garuda, tetapi jika kurikulum kami mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia,” kata Abdul Mu’ti.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saiuullah Yusuf mengatakan bahwa pemerintah mempersiapkan sekitar 50 orang sekolah dari nomor awal, 100 sekolah.
Saat ini, Kementerian Urusan Sosial terus mengakhiri implementasi sekolah umum, serta akhir dari anggaran, perekrutan siswa dan guru, CV, serta perekrutan dengan kementerian yang relevan. Sekolah ini ditujukan pada tahun akademik 2025-2026.
Sekolah orang membantu menciptakan sumber daya manusia di Indonesia. Selain itu, program ini dicapai sebagai solusi, dengan keluarga miskin dan anak -anak yang ekstrem dapat membawa perubahan pada keluarga mereka untuk keluar dari kemiskinan dan hidup lebih baik.