Jakarta, Beritasatu.com – Nasional (PKB) Awakening (PKB) Hasanudin Wahid tidak mengundang Nahdetulu Ulama (PBNU) ke kantor PBNU di Jalan Kram Raya.

Read More : Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus 109 Ton Emas, Ini Identitasnya

Ini secara langsung dikonfirmasi oleh anggota Muhammad Cholil Nafi. Selama konferensi pers di kantor PBNA, ia menekankan bahwa undangannya ke Hasanuddin dikirim ke PKB baik secara fisik maupun yang benar. Tapi itu tidak dipertimbangkan

“Hari ini kami mengundang Sekretaris -Gen. Ganer PKB Hasanuddin Wahid, yang seharusnya pada pukul 12:30 WIB, tetapi kami sedang menunggu hingga pukul 14.30, tanpa sertifikat kedatangannya,” katanya kepada kru, Senin (8/8/2024).

Menurut Cholil Nafis, penampilan sekretaris PKB sangat penting untuk PK. Selain menghubungkan hubungan antara PKB dan PBNU, Hasanuddin juga dianggap perlu.

“Pertama -tama, persahabatan teman lain Nu, tentu saja, informasi dikaitkan dengan PKB dan bagaimana mengumpulkan hubungan yang baik antara PKB dan PBNU -A,” tambahnya.

Sejauh ini, tidak ada sertifikat dari PKB, karena tidak ada Hasanuddin Wahid di kantor, sehingga tim harus terus menghubungi nomor lain yang akan diundang atau dikunjungi. Salah satunya adalah Wakil Presiden Ma’ruf Amina.

Read More : Jokowi Dinilai Punya Jurus Tersendiri Menjaga Soliditas Kabinet

Sebelumnya, Wakil Presiden PKB Jasilul Fawaiid mempersembahkan Hasanuddin Wahid, yang tidak akan datang ke gedung PBNU, seperti yang ia katakan, tidak sesuai dengan hukum partai politik.

“Saya menyarankan Hasanuddin Wahid untuk tidak menghadiri pertemuan secara ilegal dan melanggar Undang -Undang Partai Politik,” kata Jasilul dalam pernyataannya pada hari Sabtu (12 Desember 2014).

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *