Jakarta, Beritasatu.com – Sejarah kota Betlehem memiliki makna penting dalam tradisi keagamaan Kristen, karena kota ini dikenal sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus.

Read More : Setan Merah Andalkan Zirkzee, Ini Susunan Pemain MU vs Bournemouth

Betlehem sering disebut kota suci dan memiliki sejarah panjang, dimulai pada zaman Paleolitikum. Saat ini, Belem dihuni oleh sekitar 26.000 orang.

Meski kota ini sangat penting bagi umat Kristiani, mayoritas penduduk Betlehem adalah warga Arab Muslim, dan sekitar 40 persen di antaranya adalah warga Arab Kristen. Penduduk kota ini berasal dari Palestina dan kota ini terletak di Tepi Barat.

Pada abad ke-14 SM, nama “Betlehem” diberikan oleh dewi Beit Lahmu, juga dikenal sebagai Ephrata (Kejadian 35:16). Kota ini juga disebutkan dalam Alkitab Ibrani sebagai “Beit Lehem”.

Dalam bahasa Ibrani, “Beit” berarti rumah atau desa, sedangkan “Lehem” berarti roti, makanan atau perang. Dalam bahasa Arab, Belém diterjemahkan sebagai “Rumah Daging”.

Sejak tahun 339 M, sebuah gereja yang dikenal dengan nama “Gereja Kelahiran” dibangun di kota ini dan diklaim sebagai tempat kelahiran Yesus. Pada abad kedua, Yesus dilahirkan di Betlehem, menjadikan kota ini semakin penting dalam sejarah Kristen.

Sejarah kota Belem mencatat beberapa peristiwa penting, dimulai dari penaklukan oleh Romawi. Kemudian, setelah serangkaian peristiwa yang panjang, Betlehem berada di bawah kekuasaan Inggris di Palestina dari tahun 1923 hingga 1948.

Read More : Hadiri Sidang Pleno KTT ASEAN di Laos, Ma’ruf Amin Dorong Optimalkan Legasi Indonesia

Pada tahun 1950, kota ini ditaklukkan oleh Yordania. Namun pada tahun 1967 Betlehem menjadi wilayah yang dikuasai Israel, sebelum kota tersebut dikembalikan ke Palestina pada tahun 1995 setelah diserahkan kepada Otoritas Nasional Palestina.

Meskipun Betlehem dan Jalur Gaza dikelola oleh Otoritas Palestina, kota ini terletak jauh di Tepi Barat, dan dipisahkan oleh Jalur Gaza, menjadikannya bagian integral dari wilayah Palestina meskipun terisolasi secara geografis dan politik.

Dengan sejarahnya yang panjang, sejarah kota Belem tidak hanya menunjukkan jalannya agama saja, namun juga penting dalam konteks politik dan budaya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *